https://jatim.times.co.id/
Berita

Warga Gresik Makin Pro Aktif Keterbukaan Kasus Kekerasan Anak

Rabu, 03 Desember 2025 - 18:07
Keterbukaan Kasus Kekerasan Anak di Gresik Diapresiasi, Bukti Warga Makin Pro Aktif Kepala Dinas KBPPA Gresik dr Titik Ernawati saat memberikan cindera mata kepada anggota DPRD Gresik. (Foto: Akmal/TIMES Indonesia)

TIMES JATIM, GRESIK – Tingginya keterbukaan warga dalam melaporkan kasus kekerasan anak mendapat apresiasi dari kalangan legislatif. Fenomena ini dinilai sebagai tanda bahwa masyarakat semakin proaktif menjaga keselamatan anak di lingkungan mereka.

Hal itu terungkap dalam kegiatan Seminar Growth Parenting yang dibuka oleh Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Gresik, dr Shinta Puspitasari yang digelar di Kantor Bupati Gresik, Rabu (3/12/2025).

Kepala Dinas KBPPA Gresik, dr Titik Ernawati mengatakan hingga November 2025, tercatat sudah ada ratusan kasus kekerasan terhadap anak di Gresik dilaporkan. Menurutnya, angka tersebut menunjukkan bahwa isu ini semakin menjadi perhatian bersama. 

Dia menilai, tingginya laporan juga menjadi bukti bahwa berbagai layanan Perlindungan Perempuan dan Anak kini lebih mudah diakses dan dimanfaatkan masyarakat.

“Hingga saat ini ada 577 kasus kekerasan anak hingga November 2025, berarti kasus-kasus tersebut menjadi perhatian, dan ini menunjukkan bahwa berbagai layanan mudah diakses oleh masyarakat,” katanya.

Menurut dia, tingginya angka pelaporan bukan semata-mata cerminan buruknya kondisi, melainkan indikasi bahwa sistem perlindungan anak sudah bagus dan masyarakat tahu ke mana harus melapor.

"Bagi masyarakat yang mengetahui ada kekerasan anak bisa telepon call center 112, langsung ke UPT kantor KBPPA Gresik serta Puspaga Dewi Sekardadu," ujarnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Gresik Ricke Mayumi menambahkan bahwa fokus utama selanjutnya adalah bagaimana memastikan angka kasus kekerasan anak dan perempuan tersebut dapat menurun.

"Yang perlu dilakukan adalah menjalin koordinasi dengan kelembagaan lain, terus menjalin koordinasi dan kerja sama untuk menekan kekerasan, sehingga bisa mendukung upaya pencegahan kekerasan pada anak dan perempuan," ujarnya.

Dia juga menekankan peran strategis ibu dalam keluarga. Anak-anak harus bisa terbuka dengan ibunya. Ibu harus bisa menjadi tempat yang nyaman untuk mereka bercerita. 

"Keterbukaan ini menjadi kunci utama ketahanan anak," imbuhnya, seraya mengapresiasi semangat berorganisasi yang ada.

Dukungan juga datang dari Anggota DPRD Gresik lainnya, Imam Syaifudin, yang menyoroti pentingnya pembangunan pondasi mental dan intelektual anak melalui literasi.

“Pentingnya literasi untuk siswa. Kami bersemangat memberikan materi bagi anak-anak. Kami mendorong Dinas Perpustakaan untuk keliling ke sekolah-sekolah dalam menumbuhkan minat baca siswa,” kata Imam Syaifudin.

Dia juga mendesak Pemkab Gresik untuk memastikan akses literasi yang merata hingga ke tingkat bawah. Dia mendorong agar di tingkat Kecamatan hingga desa ada ruang perpustakaan yang layak.

"Sehingga anak-anak memiliki akses yang luas terhadap ilmu pengetahuan dan dapat terhindar dari dampak negatif media sosial dan literasi digital yang rendah,” tutupnya. (*)

Pewarta : Akmalul Azmi
Editor : Deasy Mayasari
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jatim just now

Welcome to TIMES Jatim

TIMES Jatim is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.