Pelaku UKM Kota Malang Ikuti Pelatihan Foto Produk dari TIMES Indonesia
TIMES Jatim/Rofiul Achsan mengajarkan teknik foto produk kepada para pelaku UKM, di Balai Kelurahan Kauman, Kota Malang, Rabu (3/8/2022). (FOTO: Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)

Pelaku UKM Kota Malang Ikuti Pelatihan Foto Produk dari TIMES Indonesia

Pelaku UMKM di Kelurahan Kauman, Kota Malang mendapat pelatihan foto produk dari TIMES Indonesia. Pelatihan yang diinisiasi pihak Kelurahan Kauman ini bertujuan untuk men ...

TIMES Jatim,Rabu 3 Agustus 2022, 17:18 WIB
50.4K
A
Adhitya Hendra

MALANGPelaku UMKM di Kelurahan Kauman, Kota Malang mendapat pelatihan foto produk dari TIMES Indonesia. Pelatihan yang diinisiasi pihak Kelurahan Kauman ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemasaran produk bagi pelaku UMKM.

Kegiatan pelatihan foto produk yang digelar di Balai Pertemuan Kelurahan Kauman, Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (3/8/2022) menghadirkan dua fotografer TIMES Indonesia Adhitya Hendra dan Rofiul Achsan.

Pelatihan foto tersebut diikuti 25 peserta pelaku UKM yang berada di lingkungan Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen Kota Malang.

Rofiul menyampaikan, foto produk idealnya memang menggunakan kamera DSLR atau kamera profesional. Namun saat ini, ponsel pintar yang dimiliki para pelaku UMKM sudah cukup bagus untuk menampilkan keunggulan produk. Kamera di ponsel pintar sudah memiliki resolusi pixel yang tinggi dan bahkan sudah memiliki fitur editing foto yang bagus

article
Dua pemateri dari TIMES Indonesia, Adhitya Hendra dan Rofiul Achsan saat memaparkan materi kepada peserta pelatihan foto produk. (Foto: Muhammad Fadhly Robbani/TIMES Indonesia)

"Artinya, memotret produk untuk sarana promosi tidak harus menggunakan kamera profesional karena kualitas foto produk yang dihasilkan smartphone bisa disandingkan dengan hasil dari kamera profesional," ucapnya.

Secara bergantian, Rofiul dan Adhitya menyampaikan beberapa tips dan triks agar foto yang dihasilkan bisa maksimal.

Yang pertama adalah menggunakan resolusi semaksimal mungkin agar foto tidak pecah saat proses editing atau saat dicetak.

Tips lainnya adalah menghindari penggunaan zoom. Perbesaran gambar dengan fitur zoom hanya akan membuat foto menjadi pecah dan beresolusi rendah, sehingga foto menjadi kurang tajam. 

"Agar foto tetap berkualitas tinggi, sebaiknya Anda mengambil gambar objek lebih dekat," ucap Rofiul.

Yang tak kalah penting adalah menggunakan background yang sesuai dengan produk.

Adhitya mengatakan, pemilihan background foto produk merupakan elemen yang sangat penting. 

Background foto bisa bermacam-macam. Yang paling sederhana adalah menggunakan background polos atau dengan aksen yang senada dengan produk.  Backgorund polos akan membuat produk yang difoto terlihat lebih elegan. 

"Penggunaan background polos juga akan membuat konsumen fokus pada produk," ucap Adhitya.

article
Pemaparan materi foto produk untuk pelaku UMKM di Kota Malang oleh TIMES Indonesia. (foto: Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)

Adhitya menekankan, yang perlu diperhatikan, usahakan agar background tidak terlalu ramai agar tidak berlebihan sehingga konsumen dapat tetap fokus pada produk. 

Selain background, penambahan aksesoris atau benda pemanis juga perlu untuk menonjolkan kekuatan produk. Semisal, produk lumpia goreng. Produk bisa ditampilkan dengam tambahan cabai merahh atau hijau dan juga daung bawang. Ini akan menghasilkan 'rasa enak' pada foto.

"Benda pemanis penunjang foto harus diperhatikan juga agar foto lebih menarik," sambung Adhitya.

Faktor lainnya adalah pencahayaan. Pencahayaan yang buruk akan berdampak pada kualitas foto. 

Bila pencahayaan dirasa kurang, Rafiul menyarankan penggunaan lampu duduk yang dipasang di kanan atau kiri produk. Anda juga dapat memanfaatkan cahaya matahari untuk hasil yang lebih alami.  

"Jangan ragu untuk memotret produk dari berbagai sisi agar mendapatkan hasil foto yang menarik," ucapnya.

Antusias ditunjukkan para peserta dengan langsung praktik memfoto produk-produk yang mereka hasilkan. Apalagi mereka langsung mendapat evaluasi dari para mentor.

Respon positif disampaikan Lurah Kauman, Agus Sartono. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada TIMES Indonesia yang membagi pengetahuan dan ilmu foto produk dalam pelatihan foto kali.

Agus menambahkan, promosi produk yang bagus melalui sarana foto bisa mendorong konsumen untuk melakukan pembelian produk.

"Ini bisa menjadi salah satu cara dalam peningkatan kemampuan pemasaran produk bagi pelaku UMKM. Semoga kedepan bisa berlanjut  sebagai awal peningkatan ekonomi," ucapnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Adhitya Hendra
|
Editor:Tim Redaksi