https://jatim.times.co.id/
Berita

Aksi Unjuk Rasa di Gedung Grahadi Berakhir Ricuh, Kapolda Jatim: Bukan Murni Aspirasi Ojol

Jumat, 29 Agustus 2025 - 22:34
Aksi Unjuk Rasa di Gedung Grahadi Berakhir Ricuh, Kapolda Jatim: Bukan Murni Aspirasi Ojol Asap hitam dari sepeda motor yang terbakar terlihat saat ribuan massa aksi mengepung Gedung Grahadi, Surabaya. (Foto: Luluk Listiani-MG/TIMES Indonesia)

TIMES JATIM, SURABAYA – Unjuk rasa yang digelar di depan Gedung Grahadi, Surabaya, Jumat (29/8/2025), berakhir ricuh.

Kericuhan pecah saat massa aksi, yang mayoritas merupakan masyarakat sipil dan pengemudi ojek online, terlibat bentrok dengan aparat kepolisian.

Aksi yang awalnya berlangsung damai mendadak memanas setelah massa mulai melakukan pelemparan batu ke arah Gedung Grahadi. Pagar gedung bahkan sempat dijebol dan beberapa kendaraan bermotor dibakar oleh massa. 

21 Sepeda Motor Hangus

Berdasarkan data yang dihimpun, setidaknya ada 21 unit motor yang dirusak massa aksi, baik di halaman luar maupun dalam gedung.

Salah satu pemilik motor yang terbakar, Erwin, mengaku pasrah dengan kondisi motor Yamaha Jupiter Z miliknya yang kini tinggal puing.

"Ya cuma bisa pasrah. Taunya ya tadi kata teman-teman. Kayanya sih dibakar pake molotov. Pas kejadian saya lagi sembunyi (karena suasana demonya ricuh). Motornya Jupiter Z 2007," ungkap Erwin, yang merupakan salah satu staf Humas Pemerintah Provinsi Jawa Timur. 

Untuk membubarkan massa yang semakin beringas, polisi terpaksa mengerahkan mobil water cannon dan menembakkan gas air mata. Akibat dari bentrokan ini, sejumlah orang dari pihak massa dan awak media dilaporkan mengalami sesak napas dan pingsan.

Pernyataan Kapolda

Aksi-Unjuk-Rasa-di-Gedung-Grahadi-Berakhir-Ricuh-b.jpgKapolda Jatim, Irjen Pol Nanang saat memberikan keterangan. (Foto: Novia Herawati/JawaPos.com)

Sementara itu, pihak kepolisian melalui Kapolda Jatim, Irjen Pol Nanang Avianto, menyebut bahwa aksi yang berujung ricuh di Grahadi bukan murni aspirasi dari ojol.

Ia menegaskan bahwa aksi yang dilakukan oleh ojol di Mapolda Jatim pada waktu yang sama justru berlangsung tertib.

"Aparat telah berupaya melakukan langkah persuasif sesuai SOP, namun massa justru semakin beringas. Kami memastikan tidak ada penggunaan senjata api atau peluru, hanya gas air mata untuk mengendalikan situasi," tandasnya. 

Aksi unjuk rasa ini merupakan bentuk solidaritas atas tewasnya Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online yang meninggal akibat dilindas kendaraan taktis Brimob di Jakarta sehari sebelumnya. (*)

Pewarta : Siti Nur Faizah
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jatim just now

Welcome to TIMES Jatim

TIMES Jatim is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.