TIMES JATIM, GRESIK – Manajemen PT Dharma Graha Utama (DGU), pengelola Gressmall dan Aston Gresik Hotel and Conference Center, menargetkan pertumbuhan bisnis sebesar 10 persen pada tahun 2026.
Target tersebut dipasang setelah kinerja perusahaan sempat mengalami penurunan sepanjang tahun lalu akibat berbagai faktor eksternal.
Direktur Utama PT DGU, Erwin H Poedjono, mengatakan dinamika industri ritel dan properti komersial saat ini bergerak sangat cepat.
Perubahan perilaku konsumen, penetrasi digital, hingga tuntutan pengalaman menjadi tantangan yang harus dihadapi pelaku usaha.
“Memang sepanjang tahun kemarin ada penurunan karena berbagai faktor. Namun pada triwulan keempat, ritme bisnis mulai kembali membaik. Karena itu, kami optimistis pada 2026 bisa tumbuh hingga 10 persen,” ujar Erwin usai Rapat Kerja ke-7 DGU di Aston Gresik Hotel and Conference Center, Sabtu (7/2/2026).
Menurut Erwin, pemulihan mulai terasa seiring dengan sejumlah kebijakan yang lebih longgar, serta stabilitas ekonomi yang mulai terjaga.
“Gresik ini daerah industri besar, sehingga ketika situasi mulai stabil, dampaknya langsung terasa ke sektor ritel dan perhotelan,” jelasnya.
Ke depan, DGU juga menyiapkan sejumlah strategi untuk mendorong pertumbuhan, salah satunya dengan membuka peluang perluasan area Gressmall. Hal ini seiring dengan meningkatnya minat tenant yang ingin bergabung.
“Belakangan ini cukup banyak tenant yang meminta tempat. Ini jadi sinyal positif, sehingga kami mulai mewacanakan untuk sedikit melebarkan area mal,” ungkapnya.
Selain mengandalkan sektor industri dan pemerintahan, Erwin menilai potensi wisata religi Gresik belum tergarap secara maksimal. Padahal, sektor tersebut dinilai memiliki kekuatan besar untuk mendorong kunjungan ke pusat perbelanjaan dan hotel.
“Gresik punya wisata religi yang luar biasa. Selama ini kita terlalu terlena pada segmen government dan industri. Ke depan, wisata religi harus dimaksimalkan, misalnya lewat kerja sama dengan travel agent,” tegasnya.
Erich Pramono Bangun, General Manager Gressmall, menegaskan bahwa sinergi lintas sektor menjadi strategi utama dalam menjawab perubahan pola konsumsi masyarakat Gresik dan sekitarnya.
“Perubahan perilaku konsumen menuntut pusat perbelanjaan untuk bergerak lebih adaptif. Gressmall tidak lagi kami posisikan semata sebagai tempat belanja saja, namun juga sebagai ruang pengalaman yang terintegrasi dengan hospitality, hiburan, dan aktivitas komunitas," ujarnya.
Sementara itu, S. Paminta Nugraha, General Manager Aston Gresik Hotel & Conference Center, menilai kolaborasi dengan pusat perbelanjaan memberikan nilai tambah bagi industri perhotelan.
“Melalui inovasi layanan dan peningkatan kualitas pelayanan prima, Aston Gresik dan Gressmall optimistis dapat tumbuh bersama serta berkontribusi positif bagi perkembangan industri perhotelan dan ritel di Gresik,” tutupnya. (*)
| Pewarta | : Akmalul Azmi |
| Editor | : Hendarmono Al Sidarto |