TIMES JATIM, MALANG – Gelombang jemaah Nahdliyin dari berbagai penjuru Jawa Timur terus mengalir deras memadati Kota Malang. Ribuan jemaah mulai merapat ke Stadion Gajayana untuk mengikuti Mujahadah Kubro 1 Abad NU, Sabtu (7/2/2026) malam.
Di tengah antusiasme yang luar biasa ini, keamanan jemaah menjadi prioritas. Mengingat massa yang berdesakan, potensi tindak kriminal seperti pencopetan menjadi ancaman nyata yang perlu diwaspadai.
Wakil Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Malang, H. Daniel Boy, memberikan peringatan khusus kepada seluruh jemaah yang hadir.
Ia menyebutkan adanya indikasi oknum tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan momen suci ini untuk beraksi.
"Kami mengimbau kepada seluruh jemaah untuk sangat berhati-hati dengan barang bawaannya. Banyak laporan dan potensi copet yang menyamar menjadi jemaah, mengenakan sarung atau atribut NU agar tidak dicurigai," ujar H. Daniel Boy.
Ia menekankan agar jemaah tidak membawa perhiasan berlebihan dan selalu meletakkan tas atau dompet di posisi yang mudah diawasi. "Tetap fokus pada niat ibadah mujahadah, namun jangan lengah dengan keamanan pribadi," tambahnya.
Kemeriahan momentum 1 Abad NU di Malang semakin terasa dengan kehadiran tokoh. Presiden RI Prabowo Subianto telah berada di Malang dan akan bergabung dengan lebih dari 100 ribu nahdliyin di Stadion Gajayana.
Jumlah jemaah diperkirakan akan meluap di luar Stadion Gajayana ke jalan-jalan protokol. Sejumlah posko kesehatan, keamanan dan dapur umum telah disiagakan di berbagai titik sekitar stadion untuk melayani jemaah yang terus datang mengikuti Mujahadah Kubro 1 Abad NU. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Waspada! Copet Menyamar Jemaah di Tengah Lautan Nahdliyin Peserta Mujahadah Kubro 1 Abad NU
| Pewarta | : Miranda Lailatul Fitria (MG) |
| Editor | : Bambang H Irwanto |