Menu MBG Ramadan Dikeluhkan, PMII Pacitan Minta BGN Turun Tangan
TIMES Jatim/Ketua PC PMII Pacitan Sunardi saat menanggapi kisruh MBG yang sempat dikeluhkan warga dan meminta BGN turun tangan. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)

Menu MBG Ramadan Dikeluhkan, PMII Pacitan Minta BGN Turun Tangan

Sejumlah wali murid menilai isi paket yang diterima anak-anak mereka belum sepadan dengan anggaran yang disebut-sebut mencapai Rp15 ribu per porsi.

TIMES Jatim,Selasa 3 Maret 2026, 21:24 WIB
186
Y
Yusuf Arifai

PACITANProgram Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan di Kabupaten Pacitan menuai keluhan dari pihak penerima manfaat.

Sejumlah wali murid menilai isi paket yang diterima anak-anak mereka belum sepadan dengan anggaran yang disebut-sebut mencapai Rp15 ribu per porsi.

Menanggapi hal itu, PC PMII Pacitan meminta Badan Gizi Nasional (BGN) turun tangan.

Ketua PC PMII Pacitan, Sunardi, menilai persoalan ini tak bisa dibiarkan berlarut. Menurutnya, jika memang ada ketidaksesuaian antara anggaran dan kualitas menu, perlu ada evaluasi terbuka.

Di lapangan, keluhan datang langsung dari orang tua siswa. Yulis, wali murid asal Kecamatan Pacitan, mengaku rutin memotret setiap paket MBG yang dibawa pulang anaknya.

“Menunya hari ini tahu goreng dua potong, tempe satu potong, ayam satu potong, kira-kira Rp5 ribu. Ditambah roti sekitar Rp1 ribu. Totalnya paling Rp6 ribu,” ujarnya saat ditemui, Selasa (3/3/2026).

Ia membandingkan isi kotak makanan itu dengan informasi sebelumnya, bahwa anggaran bahan makanan berada di kisaran Rp8 ribu hingga Rp10 ribu per anak.

article
Menu MBG buah belimbing dan abon di salah satu SPPG wilayah Kecamatan Kebonagung Pacitan. (Foto: Kiriman Warga for TIMES Indonesia)

Menurutnya, yang diterima belum mendekati angka tersebut. “Ayamnya bagian brutu. Tempenya kecil sekali, sekitar 4x4 sentimeter, sampai saya ukur. Mending sebelum Ramadan,” katanya.

Sejak awal Ramadan pada 23 Februari 2026, anaknya memang menerima variasi menu seperti telur, susu kemasan, kurma, apel, belimbing, roti, puding, hingga abon ayam.

Namun, menurutnya, tak satu pun paket yang nilainya dirasa mendekati kisaran Rp8 ribu sampai Rp10 ribu. “Setiap dapat pasti saya foto. Menurut saya belum ada yang sampai segitu,” ucapnya.

Ia juga mengungkap pengalaman sebelum Ramadan. Pernah ada semangka yang dinilai tak layak konsumsi dan nasi yang mulai basi.

“Waktu itu semangkanya nggak layak makan. Nasi juga pernah agak basi. Ada yang akhirnya nggak dimakan, cuma dibawa pulang,” tuturnya.

Persoalan lain adalah distribusi. Paket yang dijadwalkan datang pukul 09.00 WIB disebut kerap tiba mendekati pukul 11.00 WIB. Akibatnya, kegiatan belajar mengajar sempat terganggu karena siswa menunggu pembagian makanan.

Keluhan serupa disampaikan Anis Muarifah, wali murid di Kecamatan Kebonagung. Ia mengaku kaget saat anaknya hanya membawa satu buah belimbing dan sedikit abon kering dalam wadah kecil.

“Kalau disebut makanan bergizi, menurut saya itu kurang,” katanya, Selasa (24/2/2026).

Anis berharap program ini benar-benar menjawab tujuan awalnya, yakni memperbaiki gizi anak-anak. “Harapannya sesuai tujuan awal, seperti yang dikampanyekan Presiden Prabowo,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Wilayah SPPG Pacitan, Listiana Asworo, menyatakan pihaknya akan melakukan evaluasi. “Nggih, mohon maaf, akan kami evaluasi terus,” tulisnya melalui pesan singkat.

Dalam flyer yang beredar, skema anggaran MBG disebut sebesar Rp15 ribu per porsi. Namun dana tersebut tidak seluruhnya untuk bahan makanan.

Rinciannya, Rp8 ribu hingga Rp10 ribu dialokasikan untuk bahan makanan dan pemenuhan gizi. Sekitar Rp3 ribu digunakan untuk operasional dapur termasuk gaji karyawan, listrik, dan gas serta Rp2 ribu untuk sewa tempat dan peremajaan alat.

“Rp15 ribu bukan untuk makanan saja,” tulis pihak SPPG dalam keterangan tersebut.

Program MBG ini menyasar balita, siswa SD hingga SMA, ibu hamil, dan ibu menyusui. Di tengah harapan besar memperbaiki gizi generasi muda, evaluasi menyeluruh kini dinilai mendesak agar tujuan program benar-benar tercapai. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Yusuf Arifai
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Timur, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.