Pasar Murah Pemprov Jatim Sambangi Banyuwangi, Jaga Daya Beli Masyarakat Jelang Idul Fitri
TIMES Jatim/Gubernur Khofifah saat menyapa masyarakat dalam acara Pasar Murah Pemprov Jatim di Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, Sabtu (28/2/2026).(Foto: Dok.Humas Pemprov Jatim for TIMES Indonesia)

Pasar Murah Pemprov Jatim Sambangi Banyuwangi, Jaga Daya Beli Masyarakat Jelang Idul Fitri

Gubernur Jatim Khofifah gelar pasar murah Ramadan di Kalibaru, Banyuwangi, untuk stabilkan harga, tekan inflasi, bantu logistik rumah tangga, dan dukung UMKM lokal.

TIMES Jatim,Sabtu 28 Februari 2026, 18:32 WIB
159
L
Lely Yuana

BANYUWANGIGubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggelar Pasar Murah di Bulan Ramadan hingga Banyuwangi, tepatnya di Kecamatan Kalibaru, Sabtu (28/2/2026). 

Langkah ini menjadi bagian dari strategi stabilisasi harga dan pengendalian inflasi jelang Idul Fitri, sekaligus memastikan kebutuhan logistik rumah tangga tetap terjangkau. 

Menurut Gubernur Khofifah, selain menjaga daya beli masyarakat, pasar murah juga diintegrasikan dengan dukungan produk UMKM lokal.

Intervensi ini diharapkan menjadi konvergensi antara stabilisasi harga, penguatan ketahanan pangan, dan pemberdayaan ekonomi lokal selama Ramadan.

“Harapan kita bisa melakukan stabilisasi harga dan mendekatkan penjangkauan,” jelasnya.

Ia menjelaskan, lokasi pasar murah sengaja ditempatkan di kawasan permukiman warga dan tidak berdekatan dengan pasar tradisional agar tidak mengganggu aktivitas pedagang.

article

“Saya selalu berpesan jangan berdekatan dengan pasar tradisional, karena pasar murah ini bukan kompetitor pasar tradisional,” tegas Gubernur Khofifah.

“Pastikan ini lebih dekat dengan komunitas permukiman masyarakat supaya keterjangkauannya lebih maksimal,” imbuhnya.

Menurutnya, momentum Ramadan hingga mendekati Idul Fitri identik dengan peningkatan kebutuhan logistik rumah tangga.

Karena itu, intervensi pasar menjadi langkah penting agar masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhannya dengan harga terjangkau.

“Apalagi pada bulan Ramadan mendekati Idul Fitri seperti sekarang, kebutuhan logistik di masing-masing keluarga punya kecenderungan meningkat. Maka, kita berharap pasar murah ini bisa mendekatkan penjangkauan harga untuk memenuhi kebutuhan logistik rumah tangga,” tegasnya.

Berbagai komoditas strategis dijual dengan harga di bawah pasar. Beras premium dipasarkan Rp14.000/kg dan beras medium Rp11.000/kg. Khofifah mencontohkan selisih harga sejumlah komoditas dibandingkan harga pasar.

“Kalau di pasar harga daging ayam bisa Rp42.000, di sini Rp30.000. Telur di pasar Rp30 sampai Rp31 ribu, di sini Rp22.000. Gula di sini dijual Rp14.000, Minyakita Rp13.000, beras SPHP Rp11.000 per kilo atau Rp55.000 per 5 kilo,” jelasnya.

Selain itu, tepung terigu dijual Rp10.000/kg, bawang putih Rp6.000/250 gram, bawang merah Rp7.000/250 gram, cabai rawit merah Rp4.000/100 gram, serta cabai merah besar Rp2.000/100 gram. Harga tersebut disambut antusias oleh masyarakat yang hadir sejak pagi.

Telur ayam ras dijual Rp22.000/pack dan daging ayam ras Rp30.000/pack. Kehadiran komoditas protein hewani ini diharapkan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan gizi keluarga selama Ramadan.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga menyerahkan secara simbolis bantuan beras SPHP kemasan 5 kilogram secara gratis kepada masyarakat lanjut usia berusia 60 tahun ke atas yang hadir di lokasi pasar murah.

Tak hanya itu, paket telur gratis juga diberikan kepada anak-anak serta ibu hamil sebagai bentuk perhatian terhadap pemenuhan gizi kelompok rentan selama bulan Ramadan.

“Lansia, anak-anak dan ibu hamil harus kita beri perhatian khusus. Selain memastikan harga terjangkau, kita juga ingin memastikan kelompok rentan mendapatkan tambahan asupan yang cukup, terutama protein dan karbohidrat,” ungkap Khofifah.

Lebih lanjut, Khofifah menjelaskan bahwa pasar murah bukan hanya soal harga, tetapi juga kepastian pasokan dan penguatan ekonomi lokal.

“Setiap pasar murah kita selalu memberseiringkan dengan produk-produk UKM setempat. Harapan kita, sambil melakukan stabilisasi harga dan pengendalian inflasi, kita juga bisa menjajaki produk-produk UKM lokal mana yang bisa dikurasi untuk mendapatkan market yang lebih luas dan lebih besar,” paparnya.

Ia menyebut langkah ini sebagai proses konvergensi antara stabilisasi harga, pengendalian inflasi, dan penguatan UMKM lokal.

“Jadi semua ini adalah proses konvergensi, antara stabilisasi harga, pengendalian inflasi, sekaligus menemu kenali produk-produk lokal yang siap dikurasi. Mendekati hari-hari besar, harapan kita ini bisa membantu pemenuhan logistik masyarakat,” ujarnya.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Lely Yuana
|
Editor:Hendarmono Al Sidarto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Timur, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.