Penjual Cilok Pasuruan Naik Haji: Nabung Rp10 Ribu Per Hari, Jadi Jemaah Tertua
Ibu Mislicha Kasib, calon jemaah haji tertua Embarkasi Surabaya asal Pasuruan, naik haji berkat menyisihkan uang dari berdagang cilok, Jumat (24/6/2026). (Foto: Dok.MCH)

Penjual Cilok Pasuruan Naik Haji: Nabung Rp10 Ribu Per Hari, Jadi Jemaah Tertua

Kisah Mislicha (85), penjual cilok keliling asal Pasuruan yang menjadi jemaah haji tertua di Embarkasi Surabaya. Simak perjuangannya menabung demi naik haji.

TIMES Jatim,Jumat 24 April 2026, 20:20 WIB
2.1K
L
Lely Yuana

SurabayaSemangat luar biasa ditunjukkan oleh Mislicha Kasib, calon jemaah haji tertua di Embarkasi Surabaya tahun ini. Di usianya yang menginjak 85 tahun, warga asal Kota Pasuruan ini akhirnya berhasil mewujudkan impiannya menunaikan rukun Islam kelima ke Tanah Suci.

Mislicha yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 10 tiba di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES) pada Kamis (23/4/2026). Ia dijadwalkan terbang menuju Arab Saudi melalui Bandara Internasional Juanda pada Jumat (24/4/2026) pukul 20.20 WIB.

Keberhasilan Mislicha berangkat haji merupakan buah dari ketekunan yang luar biasa. Sehari-hari, ia menyambung hidup dengan berjualan cilok keliling di wilayah Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan. Dari penghasilannya yang tak seberapa, ia konsisten menyisihkan uang untuk ditabung.

"Penghasilan harian saya sekitar Rp50 ribu hingga Rp60 ribu. Setiap hari saya tabung Rp10 ribu sampai Rp15 ribu. Selain itu, saya juga ikut arisan untuk tambahan biaya," ungkap Mislicha saat ditemui di AHES, Jumat (24/4/2026).

Menabung Sejak Lama dan Daftar Tahun 2017

Kesabaran Mislicha membuahkan hasil pada tahun 2017, saat ia mampu melakukan pendaftaran haji dengan setoran awal sebesar Rp25 juta. Perjalanan hidupnya pun penuh perjuangan; sebagai orang tua tunggal setelah suaminya wafat, ia membesarkan kedelapan anaknya seorang diri.

Keterbatasan ekonomi tidak menyurutkan tekadnya. Baginya, berjualan cilok bukan sekadar mencari nafkah, melainkan ikhtiar mulia untuk bisa menginjakkan kaki di Baitullah.

Pendampingan Lansia di Tanah Suci

Pada musim haji 2026 ini, Mislicha tidak berangkat sendirian. Ia didampingi putri bungsunya, Mariatul Kibtiyah (35). Mariatul mendaftar pada tahun 2020 dan berhasil berangkat tahun ini melalui skema penggabungan mahram.

Kehadiran sang putri diharapkan dapat membantu kelancaran ibadah Mislicha, mengingat usianya yang sudah senja. Kisah Mislicha kini menjadi cerminan bahwa keteguhan niat dan kerja keras mampu menembus keterbatasan.

Sementara itu, pihak Embarkasi Surabaya menyatakan komitmennya untuk memberikan pelayanan prioritas bagi jemaah lansia. Hal ini dilakukan guna memastikan seluruh jemaah dapat beribadah dengan aman, nyaman, dan lancar selama di Tanah Suci. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Lely Yuana
|
Editor:Deasy Mayasari

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Timur, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.