Pemkab Banyuwangi Siagakan Layanan Kesehatan di 10 Pos
Pemkab Banyuwangi melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) siapkan layanan kesehatan terpadu di 10 Pos yang tersebar dari di sepanjang jalan nasional.
BANYUWANGI – Dalam mewujudkan perjalanan mudik Lebaran yang nyaman, aman dan berkesan bagi masyarakat. Pemkab Banyuwangi melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) siapkan layanan kesehatan terpadu di 10 Pos yang tersebar dari di sepanjang jalan nasional Bumi Blambangan.
Tujuannya jelas, langkah ini sebagai upaya antisipasi terhadap tingginya mobilitas masyarakat yang melintasi Banyuwangi. Dengan akses medis yang cepat dan tepat di sepanjang jalur Bumi Blambangan, diharapkan kesehatan pemudik tetap terjamin sehingga momen kebahagiaan berkumpul bersama keluarga di Hari Raya Idul Fitri 1447 H dapat terjaga dengan baik.
Untuk diketahui, sebagai daerah yang menjadi pintu gerbang utama penyeberangan Jawa–Bali melalui Pelabuhan Ketapang, serta memiliki jalur transportasi darat lintas provinsi dan Bandara Banyuwangi. Potensi pergerakan masyarakat pada masa mudik cukup tinggi. Kondisi ini meningkatkan risiko kejadian kesehatan seperti kecelakaan lalu lintas, kelelahan perjalanan, penyakit akut, serta kegawatdaruratan medis.
Oleh sebab itu, Dinkes Banyuwangi bersinergi dengan TNI, Polri, dan OPD terkait menyiagakan 10 pos yang telah beroperasi mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Adapun Pos tersebut terdiri dari 7 Pos Pengamanan (Pos PAM), 2 Pos Pelayanan (Pos Yan), dan 1 Pos Terpadu.
Pos tersebut tersebar di wilayah Kalibaru, Genteng, Gambiran, Rogojampi, Banyuwangi Kota, Licin, Wongsorejo, dan Bandara Banyuwangi. Sedangkan Pos terpadu difokuskan di Pelabuhan Ketapang.
“Pada setiap pos tersebut disiagakan pos kesehatan yang terintegrasi dengan pos pengamanan Kepolisian guna memberikan pelayanan medis awal bagi masyarakat dan pemudik,” kata Kepala Dinkes Banyuwangi, Amir Hidayat, Senin (16/3/2026).
Di dalam pos tersebut, masih kata Amir, telah disediakan layanan pemeriksaan kesehatan, konsultasi medis, pertolongan pertama kegawatdaruratan, stabilisasi pasien sebelum rujukan, serta rujukan ke fasilitas kesehatan terdekat.
“Tenaga kesehatan yang bertugas itu berasal dari rumah sakit, puskesmas, klinik, serta didukung oleh layanan PSC 119 Banyuwangi,” ujarnya.
Selain itu, pos pelayanan tersebut juga didukung oleh 13 Rumah Sakit (RS) Unit Gawat Darurat (UGD) dan 18 Puskesmas rawat inap yang tetap siaga selama 24 jam. Sehingga penanganan kegawatdaruratan dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.
“Untuk memastikan masyarakat tetap memiliki akses pelayanan kesehatan selama periode libur, kita juga membuka 13 Puskesmas Rawat Jalan Siaga pada hari libur dengan jam pelayanan pukul 08.00–14.00 WIB,” ujar Amir. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

