Gegana Polda Jatim Temukan 5 Kg Bahan Mesiu Pemicu Ledakan Mercon di Ponorogo
TIMES Jatim/Tim Gegana Polda Jatim melakukan penyisiran di lokasi kejadian ledakan mercon Plosojenar Ponorogo. (Foto: Marhaban/TIMES Indonesia)

Gegana Polda Jatim Temukan 5 Kg Bahan Mesiu Pemicu Ledakan Mercon di Ponorogo

Peristiwa yang terjadi pada Minggu (1/3/2026) itu menyebabkan seorang pelajar meninggal dunia dan dua korban lainnya mengalami luka bakar berat.

TIMES Jatim,Selasa 3 Maret 2026, 21:27 WIB
111
M
M. Marhaban

PONOROGOTim Gegana Satbrimob Polda Jatim mengungkap temuan bahan peledak jenis low explosive atau black powder dalam penyelidikan kasus ledakan mercon di Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo.

Peristiwa yang terjadi pada Minggu (1/3/2026) itu menyebabkan seorang pelajar meninggal dunia dan dua korban lainnya mengalami luka bakar berat.

Sejak Senin (2/3/2026), petugas dengan perlengkapan lengkap menyisir lokasi yang telah dipasang garis polisi.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada sisa bahan berbahaya yang tertinggal dan mencegah kemungkinan ledakan lanjutan di kawasan permukiman.

Komandan Detasemen (Danden) Gegana Satbrimob Polda Jawa Timur, Kompol Dyan Vicky Sandi, menyampaikan bahwa dari hasil pemeriksaan awal ditemukan material berupa belerang dan potas atau booster kelengkeng.

Kedua bahan tersebut lazim digunakan dalam pembuatan bubuk petasan tradisional.

“Investigasi dari Gegana, sementara yang kami temukan itu ada unsur belerang, kemudian ada potas atau booster kelengkeng. Jadi yang dibuat disini dipastikan low explosif atau Black powder,” ungkap Kompol Sandi di lokasi kejadian, Selasa (3/3/2026).

Selain itu, tim juga mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga merupakan sisa-sisa ledakan untuk dianalisis lebih lanjut.

Barang yang disita antara lain selongsong petasan, kemasan belerang, serta potas yang diduga menjadi bagian dari racikan bahan peledak.

“Ada selongsong petasan, bungkus belerang, sama potas,” katanya.

Sandi menjelaskan bahwa tingkat bahaya bahan peledak tidak hanya bergantung pada jenisnya, tetapi juga pada jumlah dan tekanan yang dihasilkan saat terjadi reaksi.

Secara ilmiah, volume bahan yang besar akan memicu tekanan tinggi yang bisa berakibat fatal.

“Jenis bahan peledak itu tidak tergantung jenisnya apa, tapi ketika itu jumlahnya besar, daya ledaknya tinggi, impactnya ya bisa membahayakan atau merenggut nyawa seseorang karena tekanan yang sangat tinggi,” tegasnya.

Berdasarkan olah TKP sementara, dugaan awal ledakan terjadi akibat percikan api saat proses pengolahan bahan. Namun, kepastian penyebabnya masih menunggu hasil uji laboratorium forensik (Labfor) oleh penyidik Polres Ponorogo.

“Dugaan sementara ledakan hari Minggu kemarin, mungkin ada percikan api. Tapi hasil investigasi dari penyidik Polres nanti dibawa ke labfor,” jelas Sandi.

Daya ledak diperkirakan bersumber dari bahan baku seberat antara 2 hingga 5 kilogram yang diracik di luar bangunan. Akibatnya, tekanan menyebar ke segala arah dan membentuk kawah sedalam kurang lebih 5 sentimeter di tanah.

“Mungkin 2–5 kilogram karena dibuat di luar rumah, tekanan ke luar menyebar dan kreter kedalaman atau kawah ledakan sampai 5 centimeter, itu sangat besar,” ungkapnya.

Kepolisian juga menyoroti kemudahan masyarakat dalam memperoleh bahan seperti belerang dan potas secara bebas di pasaran, yang menjadi tantangan tersendiri dalam pengawasan, terutama menjelang perayaan hari besar.

“Barang seperti ini, bisa didapat oleh masyarakat secara luas,” ujarnya.

Polisi mengimbau masyarakat agar tidak mencoba membuat atau merakit bahan peledak serupa demi menghindari jatuhnya korban.

Berdasarkan catatan tahun sebelumnya, terdapat 23 kasus ledakan petasan di Jawa Timur yang menimbulkan kerugian besar, baik material maupun korban jiwa.

"Korban jiwa dan kerugian materialnya sangat besar ada banyak korban. Terkait dengan petasan, dan minggu lalu kejadian di Situbondo juga ada korban yang meninggal. Jadi kami harap kepada masyarakat tidak membuat bahan peledak seperti ini,” tukas Sandi.

Peristiwa yang terjadi pada Minggu petang itu tercatat menelan tiga korban, seluruhnya warga setempat. Satu orang meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara dua lainnya masih mendapatkan perawatan intensif akibat luka bakar yang diderita. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:M. Marhaban
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Timur, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.