Masih Kuat Tarawih? Malam ke-28 Ramadan Ganjarannya Tak Main-main
Saat sebagian mulai lelah, justru di titik-titik akhir Ramadan inilah keutamaan demi keutamaan disebutkan.
JAKARTA – Malam ke-28 Ramadan menyimpan keutamaan tersendiri. Bagi mereka yang tetap menghidupkannya dengan shalat tarawih, ada ganjaran besar yang dijanjikan, derajatnya diangkat tinggi di surga.
Keterangan itu bukan tanpa dasar. Dalam kitab Durrat al-Nasihin fi al-Wa’zhi wa al-Irsyad, karya ulama asal Syam, Syekh Umar bin Hasan bin Ahmad al-Syakir al-Khaubari, disebutkan secara spesifik keutamaan malam tersebut.
Kitab yang kerap dirujuk dalam pengajian itu memuat penjelasan tentang pahala bagi orang yang tekun beribadah di malam ke-28 Ramadan.
Dalam salah satu bagiannya tertulis:
وَفِى اللَّيْلَةِ الثَّامِنَةِ وَاْلعِشْرِيْنَ يَرْفَعُ اللهُ لَهُ اَلْفَ دَرَجَةٍ فِى اْلجَنَّةِ
Artinya: Pada malam kedua puluh delapan, Allah akan mengangkat seribu derajat baginya di surga.
Isyarat ini seperti pengingat di penghujung Ramadan. Saat sebagian mulai lelah, justru di titik-titik akhir inilah keutamaan demi keutamaan disebutkan.
Malam ke-28 Ramadan bukan sekadar hitungan menuju akhir, tetapi momentum yang sayang dilewatkan begitu saja. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

