Longsor di Akses Jalan Desa Taji, Bupati Malang Minta Penanganan Dipercepat
TIMES Jatim/Bupati Malang HM Sanusi saat meninjau lokasi bencana longsor di Desa Taji Malang, Senin (2/3/2026). (FOTO: Dok. Prokopimkab Malang)

Longsor di Akses Jalan Desa Taji, Bupati Malang Minta Penanganan Dipercepat

Akses utama menuju Desa Taji, Kecamatan Jabung, terdampak longsor akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut.

TIMES Jatim,Senin 2 Maret 2026, 16:25 WIB
227
A
Achmad Fikyansyah

TIMESINDONESIAAkses utama menuju Desa Taji, Kecamatan Jabung, terdampak longsor akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut. Bupati Malang, Drs. HM Sanusi, MM, turun langsung meninjau lokasi bencana pada Senin (2/3/2026) dan meminta agar penanganan segera dilakukan.

Peristiwa longsor terjadi pada Sabtu (28/2/2026) sekitar pukul 21.30 WIB. Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan tanah penahan jalan ambrol dan menggerus badan jalan sepanjang kurang lebih 15 meter. Dampaknya, lebar jalan yang sebelumnya normal menyempit hingga tersisa sekitar dua meter.

Untuk menjaga kelancaran mobilitas warga, pelebaran darurat telah dilakukan agar kendaraan roda empat masih dapat melintas dengan hati-hati.
Bupati Malang menyampaikan bahwa penanganan telah dikoordinasikan dengan Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang dan mulai dikerjakan.

“Mulai saat ini longsor yang terjadi di Desa Taji sudah ditangani melalui Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang dengan harapan agar dapat segera terselesaikan,” ujar Sanusi.

Ia juga menjelaskan bahwa perbaikan jalan tersebut sebenarnya telah masuk dalam rencana anggaran tahun 2026. Namun, pelaksanaan proyek harus dipercepat akibat kejadian longsor.

“Untuk anggaran sudah ada tinggal pelaksanaannya tapi keduluan tanah longsor ini. Anggaran yang disiapkan sebesar Rp300 juta untuk plengsengan dan Rp500 juta untuk jalannya,” tuturnya.

Selain penanganan di Desa Taji, Pemerintah Kabupaten Malang juga berencana memperbaiki ruas jalan rusak di Desa Sukopuro dan sejumlah titik lain di Kecamatan Jabung.

Sementara itu, Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang, Khairul Isnadi Kusuma, menjelaskan bahwa longsor dipicu oleh material tanah dari bagian atas jalan yang menutup saluran drainase. Air hujan yang tidak mengalir dengan baik kemudian menggerus badan jalan hingga terjadi ambles.

“Longsor ini terjadi akibat adanya longsoran di atas jalan sehingga menutup jalur drainase yang mengakibatkan air hujan menggerus badan jalan,” jelasnya.

Ia memastikan pekerjaan penanganan sudah dimulai dan ditargetkan selesai dalam beberapa bulan ke depan.

“Kita akan menangani dengan segera, mulai hari ini sudah mulai bekerja dan minimal besok sudah mulai terpasang sesek bambu terlebih dahulu, dan diperkirakan akan selesai dalam waktu sekitar lima bulanan,” ucapnya.

Untuk metode penanganan sementara, Dinas PU Bina Marga memilih menggunakan sesek bambu yang dipadukan dengan sandbag berisi material pasir dan sirtu, dibandingkan bronjong.

“Jadi untuk sementara kita tidak memakai bronjong, karena lebih bagus menggunakan sesek bambu dengan dipasang sandbag yang diisi dengan material pasir, sirtu, dan sedikit kandungan tanah agar vegetasi bisa tumbuh di situ,” pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Achmad Fikyansyah
|
Editor:Ferry Agusta Satrio

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Timur, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.