Polbangtan Malang Gandeng Desa Randuagung Kembangkan Smart Breeding Village Ayam KUB
Kegiatan sosialisasi di Desa Randuagung, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. (FOTGO: Polbangtan Malang for TIMES Indonesia)

Polbangtan Malang Gandeng Desa Randuagung Kembangkan Smart Breeding Village Ayam KUB

Upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui sektor peternakan terus dilakukan oleh Politeknik Pembangunan Pertanian Malang.

TIMES Jatim,Selasa 9 Juni 2026, 13:08 WIB
359
R
Rochmat Shobirin

Malang – Upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui sektor peternakan terus dilakukan oleh Politeknik Pembangunan Pertanian Malang. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Desa Binaan, Program Studi Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan (PPKH) menggandeng Pemerintah Desa Randuagung, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, untuk mengembangkan Smart Breeding Village Ayam KUB, sebuah model budidaya ayam lokal berbasis teknologi yang diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus pendapatan masyarakat.

Kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan di Balai Desa Randuagung pada Jumat (5/6/2026) ini diikuti oleh perangkat desa, penyuluh pertanian lapangan, kelompok peternak, dosen, serta mahasiswa Polbangtan Malang. Sebanyak 20 peternak hadir untuk mendapatkan gambaran mengenai program yang akan dikembangkan di desa mereka.

Program Smart Breeding Village tidak hanya berfokus pada budidaya ayam, tetapi juga memperkenalkan pemanfaatan teknologi modern dalam proses pembibitan ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB). Salah satu inovasi yang akan diterapkan adalah sistem penetasan telur berbasis Internet of Things (IoT) yang memungkinkan proses pembibitan menjadi lebih efisien, terukur, dan produktif.

Ketua Jurusan Peternakan Polbangtan Malang, Dr. Sad Likah, S.Pt., M.P., menjelaskan bahwa konsep Smart Breeding Village merupakan upaya modernisasi budidaya ayam lokal yang memadukan teknologi dengan potensi masyarakat desa.

"Smart Breeding Village ayam lokal merupakan pengembangan budidaya ayam KUB berbasis teknologi. Melalui penerapan sistem penetasan menggunakan IoT, masyarakat diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pembibitan sekaligus mengelola usaha peternakan secara lebih modern dan efisien," jelasnya.

Lebih jauh, program ini dirancang bukan hanya untuk meningkatkan jumlah produksi ternak, tetapi juga membangun ekosistem usaha peternakan yang berkelanjutan. Masyarakat akan mendapatkan pendampingan mulai dari teknik penetasan telur, manajemen budidaya ayam, perencanaan usaha, pemasaran Day Old Chick (DOC), hingga pengolahan limbah peternakan menjadi produk yang bernilai ekonomi.

Kepala Desa Randuagung, Drs. Subandi, M.H., menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, teknologi yang dibawa Polbangtan Malang menjadi peluang besar bagi masyarakat desa untuk mengembangkan usaha peternakan yang lebih maju.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Polbangtan Malang yang telah berkenan bekerja sama dengan Desa Randuagung. Melalui teknologi smart breeding ini, kami berharap Desa Randuagung dapat berkembang menjadi sentra budidaya ayam yang berkelanjutan dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Penyuluh Pertanian Lapangan Kecamatan Singosari, Aris Cahyono, S.P., yang menilai program ini dapat menjadi pemicu lahirnya usaha peternakan baru di tingkat desa.

"Kegiatan ini menjadi stimulan bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha peternakan yang lebih produktif. Harapannya, kelompok peternak yang terlibat dapat menjadi percontohan bagi masyarakat lain sehingga Desa Randuagung dikenal sebagai desa yang maju dalam budidaya ayam KUB," katanya.

Sementara itu, Ketua Tim PkM sekaligus Kaprodi PPKH Polbangtan Malang, Dr. Kartika Budi Utami, S.ST., M.P., menjelaskan bahwa tujuan utama program ini adalah membangun kemandirian peternak melalui penguatan sumber daya manusia dan pemanfaatan teknologi.

"Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas SDM peternakan desa, membangun unit pembibitan ayam berbasis teknologi, mendorong terbentuknya kelembagaan peternakan yang kuat, serta menciptakan unit usaha produksi DOC yang dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat," jelasnya.

Jika berjalan sesuai rencana, Smart Breeding Village tidak hanya memberikan manfaat bagi kelompok peternak yang terlibat, tetapi juga berpotensi menjadi pusat pembelajaran dan percontohan budidaya ayam KUB di Kabupaten Malang. Dampaknya, masyarakat dapat memperoleh akses terhadap teknologi peternakan modern, meningkatkan produktivitas usaha, membuka lapangan kerja baru, serta memperkuat ketahanan pangan berbasis peternakan di tingkat desa.

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, penyuluh, dan masyarakat, Polbangtan Malang berharap program ini mampu menjadi model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan peternak di pedesaan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Rochmat Shobirin
|
Editor:Ferry Agusta Satrio

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Timur, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.