Mahasiswa UM Gresik Rancang Alat Penyebar Pupuk Daur Ulang untuk Petani
TIMES Jatim/Mahasiswa PKM Universitas Muhammadiyah Gresik saat mempraktikkan uji lapangan alat penyebar pupuk daur ulang. (Foto: UM Gresik for TIMES Indonesia)

Mahasiswa UM Gresik Rancang Alat Penyebar Pupuk Daur Ulang untuk Petani

Alat penyebar pupuk padat berbasis bahan daur ulang inovasi mahasiswa UM Gresik bisa mengurangi risiko kelelahan dan cedera otot petani.

TIMES Jatim,Jumat 27 Februari 2026, 17:12 WIB
240
A
Akmalul Azmi

GRESIKMahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari Universitas Muhammadiyah atau UM Gresik menghadirkan inovasi sederhana namun berdampak nyata bagi petani di Desa Randegan, Mojokerto. 

Berangkat dari hasil observasi lapangan, mereka menciptakan alat penyebar pupuk padat berbasis bahan daur ulang untuk menjawab keluhan fisik yang kerap dialami petani saat proses pemupukan.

Ketua kelompok PKM, M Daffa Eka Dharmawan, menjelaskan bahwa ide tersebut muncul setelah tim melihat langsung aktivitas petani di sawah.

Selama ini, kata dia penyebaran pupuk padat masih dilakukan secara manual dengan cara membungkuk, mengangkat beban, dan berjalan menyusuri lahan dalam waktu lama.

“Banyak petani mengeluhkan nyeri di bagian punggung, bahu, hingga tangan karena harus mengayunkan pupuk secara berulang. Dari situ kami mencoba merancang alat yang lebih ergonomis dan mudah digunakan,” ujarnya di Gresik pada Jumat (20/2/2025).

Dikatakan Daffa, Desa Randegan sendiri dikenal sebagai wilayah agraris dengan mayoritas penduduk bermata pencaharian sebagai petani.

Komoditas utama yang dibudidayakan antara lain padi, cabai, dan jagung. Alat yang dirancang ini memanfaatkan barang-barang bekas yang mudah ditemukan di sekitar lingkungan. 

"Konsepnya sederhana namun fungsional, dilengkapi tabung penampung pupuk dan mekanisme penyebaran yang membantu distribusi pupuk lebih merata," katanya.

article

Dengan alat tersebut, petani tidak perlu lagi terlalu sering membungkuk atau mengayunkan tangan secara berulang. Selain mengurangi risiko kelelahan dan cedera otot. "Proses pemupukan juga menjadi lebih cepat dan efisien," terangnya.

Sebagai bentuk implementasi program, mahasiswa melakukan sosialisasi langsung kepada para petani di Desa Randegan. Kegiatan itu meliputi penjelasan cara pembuatan alat, demonstrasi penggunaan, hingga diskusi terbuka untuk menerima masukan dari petani.

Hasil Uji Coba

Uji coba lapangan bersama petani cabai pun telah dilakukan. Hasilnya, alat penyebar pupuk berbasis daur ulang tersebut dinilai mampu mempermudah pekerjaan dan mempercepat waktu pemupukan dibanding metode manual.

Respons petani terhadap inovasi ini tergolong positif. Selain membantu meringankan beban fisik, alat tersebut juga dapat dibuat dengan biaya terjangkau dan direplikasi secara mandiri.

Melalui inovasi sederhana ini, mahasiswa PKM UM Gresik berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kenyamanan kerja sekaligus produktivitas petani di Desa Randegan, Mojokerto. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Akmalul Azmi
|
Editor:Deasy Mayasari

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Timur, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.