Perebutan Perunggu SEA Games 2025, Mampukah Timnas Voli Putri Tundukkan Filipina?
TIMES Jatim/Megawati dkk hari ini akan kembali berjuang merebut medali perunggu SEA Games 2025 melawan Philipina. (Foto:AVC)

Perebutan Perunggu SEA Games 2025, Mampukah Timnas Voli Putri Tundukkan Filipina?

Skuad Merah Putih dijadwalkan menghadapi rival sengit mereka, Philipina, di Indoor Stadium Huamark, Bangkok, pada Senin (8/12/2025) siang.

TIMES Jatim,Senin 15 Desember 2025, 10:24 WIB
286.4K
M
M. Marhaban

JAKARTASetelah impian melaju ke final terhenti oleh tuan rumah Thailand, Timnas Voli Putri Indonesia kini mengalihkan fokus penuh ke perebutan medali perunggu SEA Games 2025. Skuad Merah Putih dijadwalkan menghadapi rival sengit mereka, Filipina, di Indoor Stadium Huamark, Bangkok, Senin (8/12/2025) siang.

​Laga ini bukan sekadar perebutan peringkat ketiga, tetapi juga menjadi penentu apakah Timnas Voli Putri Indonesia dapat membawa pulang medali dari ajang olahraga terbesar Asia Tenggara tahun ini. Pertarungan antara Indonesia dan Filipina  selalu menjanjikan tensi tinggi dan drama di lapangan.

​Secara historis, pertemuan kedua tim kerap berjalan imbang. Namun, di edisi SEA Games kali ini, penampilan Indonesia yang dipimpin oleh opposite hitter andalan, Megawati Hangestri Pertiwi, menunjukkan kematangan yang cukup menjanjikan, meskipun sempat ditekuk Thailand.

Melawan Filipina yang memiliki pemain smasher cepat, receive bola pertama yang akurat sangat krusial agar setter dapat menjalankan variasi serangan secara optimal. ​Blokade di depan net harus berfungsi maksimal untuk menahan serangan utama Filipina, sekaligus menjadi senjata untuk mencetak block-point yang dapat merusak mental lawan.

article

Daya ledak serangan Megawati dari posisi 2 dan 4 akan menjadi penentu utama dalam mencetak poin, terutama di momen krusial sangat dibutuhkan.

​Di sisi lain, Filipina dikenal memiliki daya juang tinggi dan kerap memanfaatkan kecepatan transisi serangan. Indonesia harus mewaspadai servis-servis tajam yang bertujuan merusak pertahanan Merah Putih.

​Pelatih Kepala Timnas Voli Putri Indonesia, Marcos Sugiyama, menekankan pentingnya melupakan kekalahan semifinal dan tampil totalitas demi medali perunggu.

​"Kami sudah menganalisis permainan Filipina. Mereka tim yang agresif dan pantang menyerah. Kami harus jauh lebih fokus dan mengurangi unforced errors dibandingkan saat melawan Thailand," ujar Sugiyama, usai laga melawan Thailand kemarin (7/12).

​Pelatih asal Brasil ini juga menegaskan bahwa mentalitas pemain akan menjadi faktor kunci di laga penentuan ini.

​"Ini adalah pertandingan terakhir dan penentuan medali. Saya meminta semua pemain untuk mengeluarkan semua kemampuan, bermain lepas, dan berjuang hingga poin terakhir. Kami ingin membawa pulang medali perunggu untuk Indonesia," tegasnya, menyoroti target yang harus dicapai.

​Melihat komposisi tim dan pengalaman pemain, Indonesia memiliki peluang tipis lebih unggul. Kunci utamanya adalah menjaga konsistensi performa sepanjang lima set (jika terjadi), terutama setelah set ketiga. 

Dukungan penggemar voli di Tanah Air tentunya menjadi suntikan moral bagi Megawati dkk. untuk mengamankan kemenangan dan mengalungkan medali perunggu di leher mereka. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:M. Marhaban
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Timur, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.