Forum Mahasiswa

Pemimpin Itu Berperan, Bukan Baperan

Selasa, 30 Agustus 2022 - 12:03
Pemimpin Itu Berperan, Bukan Baperan Aris Setiawan, S.Pd (Mahasiswa Pascasarjana IKHAC Mojokerto)

TIMES JATIM, MOJOKERTO – Istilah Baper tentu sudah tidak asing lagi dalam percakapan sehari-hari. Baper adalah singkatan  untuk 'Bawa Perasaan (membawa emosi)'.

Baper adalah bentuk pikiran dan sikap seseorang akibat terlalu terlibat dalam perkataan dan tindakan orang lain. Baper juga terjadi ketika seseorang bereaksi berlebihan terhadap perlakuan pribadi orang lain. Hal ini muncul tidak hanya dalam hubungan romantis, tetapi juga dalam persahabatan. Juga dalam lingkungan kerja formal, hubungan dengan atasan atau bawahan. Interaksi dengan atasan dan bawahan dalam lingkungan kerja ini dapat dipengaruhi oleh perasaan sedih dan kecewa karena harapan tidak sesuai dengan kenyataan. Kecemasan dan kekhawatiran juga dapat menyebabkan masalah dalam kondisi tertentu, seperti kekhawatiran tentang kehilangan pekerjaan, posisi, atau promosi. Jika harapan Anda tidak sesuai dengan hasil yang Anda terima, Anda akan baper. 

Baper menimbulkan berbagai reaksi yang umumnya negatif, antara lain: Tersinggung, marah, menangis, melampiaskan ke sana kemari membela diri. Atau bahkan dapat memicu reaksi tidak aman: perasaan tidak berdaya, merasa tidak mampu, cemas, tidak aman, dan jika diterus-teruskan akan merugikan diri sendiri.

Bagaimana jika pemimpin baperan? Pemimpin sangat tidak dianjurkan untuk menjadi baperan, karena baper biasanya memancing reaksi negatif. Pemimpin tidak hanya harus diuji kemampuannya, tetapi juga harus diuji mentalnya. Pemimpin harus memiliki pengendalian diri dan sistem emosi yang jauh lebih baik daripada orang-orang yang dipimpinnya. Karena dialah yang mengendalikan tim dan organisasi dan membawa mereka ke tujuan yang ingin dicapai. Pemimpin harus tetap tenang dalam menghadapi tantangan, termasuk menerima perkataan dan tindakan orang lain. 

Alasan mengapa pemimpin tidak boleh baperan antara lain :

Tidak Bisa Menjadi Panutan.

Karena pada dasarnya, setiap tindakan seorang pemimpin memberikan contoh nyata bagi orang-orang yang dipimpinnya. Ketika seorang pemimpin mudah tersinggung, dan marah, itu menciptakan kecemasan bagi orang-orang yang dipimpinnya. Bawahan bekerja dengan rasa takut dan khawatir. Akibatnya, moral dan produktivitas juga menurun. Cobalah untuk secara sadar mengendalikan pikiran dan tindakan emosional Anda dalam situasi yang berbeda. Alih-alih mengukur segala sesuatu dengan standar Anda, pikirkanlah segala sesuatu sebelum Anda bertindak. Pemimpin adalah panutan yang harus mempertimbangkan kepentingan tim atau organisasinya, bukan kepentingannya sendiri. 

Menyebabkan Penilaian Terdistorsi 

Manajer harus mampu membuat penilaian yang objektif. Anda harus bisa memahami fakta, menerapkan logika dan prinsip dasar ketika menilai sesuatu atau seseorang. Baper juga membangkitkan suka dan tidak suka yang mengarah pada bias penilaian. Terutama jika menyangkut kinerja orang-orang yang Anda pimpin. Manusia diciptakan dengan banyak kekhasan yang menciptakan perbedaan dan dinamika dalam tim dan organisasi. Pemimpin harus mampu mengubah dinamika ini menjadi kekuatan untuk mencapai tujuan organisasi. Jangan menilai semua orang dengan kriteria pribadi Anda. Cobalah untuk memahami perbedaan dan dinamika ini dan belajar menilai sesuatu secara objektif. 

Sulit Mencapai Tujuan. 

Pemimpin yang Baper menjadi begitu sibuk dengan perasaannya sehingga dia kehilangan fokus ke mana harus pergi. Para pemimpin yang baperan memiliki hal-hal yang sebenarnya tidak perlu mereka pikirkan atau khawatirkan. Terkadang beban berpikir ini bisa membuat kita takut mengambil risiko dalam mengambil keputusan. Para pemimpin sibuk mencari tahu mengapa Orang A berperilaku seperti ini dan Orang B berperilaku seperti ini. Cobalah untuk berpikir positif tentang apa pun yang Anda tidak begitu mengerti. Biasakan mencari bukti pada akar masalah, bukan informasi yang kabur.

Keengganan menerima kritik dan saran dari orang lain

Baper membuat pemimpin peka terhadap perlakuan orang lain, termasuk kritik dan saran. Pikiran negatif membuat sulit menerima pendapat orang lain. Kritik dan saran dipandang sebagai upaya untuk menjatuhkan daripada mendukung. Ketidaksukaan dan prasangkanya membuatnya tidak percaya pada semua orang. Biasakan bekerja dalam tim dan berusaha membangun kepercayaan dengan orang lain. Brainstorm sebagai cara yang sehat untuk menilai kinerja tim atau organisasi Anda, sehingga perbaikan yang tepat dapat dilakukan untuk masa depan. 

Bagaimana Mengendalikan Baper? 

Pemimpin adalah manusia yang memiliki perasaan dan hati, berbeda dengan benda mati karena manusia memiliki emosi yang mengatur pikiran dan sikapnya. Jadi, baper sebenarnya adalah manusiawi asalkan sewajarnya saja, dan pemimpin harus belajar mengendalikannya agar tidak mengganggu tugas dan tanggung jawab mereka sebagai pemimpin. 

Cara yang bisa dilakukan untuk mengendalikan rasa baper antara lain:
•    Biasakan berpikir positif dan hindari pikiran buruk tanpa bukti. 
•    Bangun kepercayaan dengan orang lain, terutama tim dan bawahan Anda, dan bekerja sama dengan baik. 
•    Amati fakta dan data daripada terlalu mengandalkan gosip dan rumor untuk menggunakannya sebagai dasar keputusan Anda. 
•    Tingkatkan rasa percaya diri Anda dan tingkatkan kapasitas pengetahuan, keterampilan. 
•    Bersikaplah profesional, jangan mencampuradukkan urusan pribadi dengan pekerjaan, dan hindari terlalu emosional dalam hubungan formal. 
•    Memantau bawahan berdasarkan kinerja, bukan media sosial yang menghasilkan bias (kecuali ada pelanggaran etika di media sosial yang merugikan tim atau organisasi). 
•    Sadarilah bahwa tidak ada manusia yang sempurna, beri diri Anda dan orang lain kesempatan untuk memperbaiki diri, melakukan penyembuhan diri, dan melakukan banyak refleksi diri. 
•    Terlibat dalam aktivitas positif yang membantu Anda melepaskan diri dari pikiran duniawi dan negatif untuk sementara waktu. 
•    Roda kehidupan terus berputar, jadi temukan lebih banyak teman dan perluas wawasan Anda. Tidak selamanya kita diatas. Sahabat bisa menjadi penyemangat untuk hidup dalam suka dan duka. 

Mari kita nikmati hidup. 

***

*) Oleh: Aris Setiawan, S.Pd (Mahasiswa Pascasarjana IKHAC Mojokerto)

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: [email protected]

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.

Pewarta :
Editor : Ronny Wicaksono
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jatim just now

Welcome to TIMES Jatim

TIMES Jatim is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.