Film Nobody Loves Kay: Potret Perjuangan dan Sisi Lain Atlet E-Sport Generasi Z
Cast Nobody Loves Kay (kiri - kanan): Ayastrophiile, Aurora Ribero, dan Melati Sesilia beberkan serunya berperan di film Nobody Loves Kay kepada para awak media di Bandung (FOTO: Djarot/TIMES Indonesia)

Film Nobody Loves Kay: Potret Perjuangan dan Sisi Lain Atlet E-Sport Generasi Z

Terinspirasi dari kisah atlet e-sport Kairi ONIC, film Nobody Loves Kay potret dedikasi generasi muda di dunia gim profesional dan pentingnya dukungan orang tua.

TIMES Jatim,Minggu 31 Mei 2026, 15:31 WIB
653
D
Djarot Mediandoko

BandungDunia e-sport terus berkembang pesat dan semakin mendapat tempat di tengah masyarakat. Jika dulu bermain gim kerap dianggap sekadar hobi yang mengganggu kegiatan belajar, kini industri tersebut telah menjelma menjadi ruang karier profesional yang menjanjikan bagi banyak anak muda, khususnya Generasi Z.

Fenomena itu menjadi salah satu pesan yang diangkat dalam film Nobody Loves Kay, sebuah karya yang terinspirasi dari perjalanan atlet e-sport ternama, Kairi ONIC. Film tersebut tidak hanya menampilkan perjalanan seorang pemain profesional, tetapi juga menggambarkan perjuangan, disiplin, serta tantangan dalam mengejar mimpi di dunia kompetitif e-sport.

Pemeran Amanda dalam film tersebut, Aurora Ribero, mengaku memperoleh perspektif baru setelah terlibat dalam proyek ini. Sebelum membintangi film itu, ia mengaku tidak terlalu dekat dengan dunia gim maupun e-sport.

Namun, selama proses produksi, Aurora melihat bahwa para pemain profesional (gamer) tidak sekadar bermain untuk bersenang-senang. Menurut dia, banyak anak muda yang menekuni bidang tersebut dengan keseriusan dan dedikasi tinggi.

“Melalui film ini saya jadi lebih mengerti sudut pandang para gamer. Ternyata mereka bukan hanya bermain, tetapi benar-benar memiliki passion (hasrat) dan keseriusan untuk menekuni bidang yang mereka pilih,” ujarnya, Minggu (31/5/2026).

Tantangan Pemahaman Ekosistem E-Sport

Pandangan serupa disampaikan oleh Melati Sesilia. Menurutnya, e-sport saat ini menjadi salah satu industri yang berkembang pesat dan dekat dengan kehidupan Generasi Z. Sayangnya, tidak semua kalangan memahami perubahan tersebut.

Melati menilai masih banyak orang tua maupun generasi yang lebih tua belum sepenuhnya memahami cara kerja ekosistem e-sport. Padahal, profesi sebagai atlet e-sport kini telah menjadi salah satu pilihan karier yang nyata bagi anak muda.

“Banyak karier baru yang muncul di era sekarang. Menjadi pro player (pemain profesional) ternyata bisa menjadi profesi yang serius. Yang terpenting adalah komitmen dan kesungguhan anak dalam menjalaninya,” kata Melati.

Sementara itu, Ayastrophiile menyoroti sisi lain yang jarang diketahui publik. Menurut dia, kehidupan atlet e-sport tidak selalu identik dengan kemewahan dan popularitas yang terlihat di media sosial.

Di balik pencapaian yang diraih, para atlet e-sport harus menjalani latihan rutin, menjaga disiplin, serta mengorbankan banyak waktu untuk meningkatkan kemampuan. Kondisi tersebut, menurutnya, tidak jauh berbeda dengan atlet dari cabang olahraga lainnya.

Jalur Prestasi Baru Generasi Z

Pesan tersebut dinilai semakin relevan di tengah perubahan pola pikir masyarakat terhadap prestasi. Jika selama ini keberhasilan anak sering kali diukur dari pencapaian akademik semata, perkembangan industri kreatif dan digital menunjukkan bahwa kesuksesan dapat hadir melalui berbagai jalur.

Karena itu, para pemain dan kru film berharap masyarakat, terutama orang tua, dapat lebih terbuka terhadap minat dan potensi yang dimiliki anak-anak mereka. Aurora menilai langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mendengarkan. Orang tua perlu hadir dan memahami ketertarikan anak sebelum memberikan penilaian.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan industri digital, dukungan keluarga menjadi faktor penting yang dapat membantu Generasi Z berkembang sesuai potensi mereka. Baik jalur akademik maupun e-sport dinilai memiliki nilai yang sama selama dijalani dengan tanggung jawab, kerja keras, dan komitmen yang kuat.

Melalui Nobody Loves Kay, publik diajak melihat bahwa di balik layar permainan yang sering dianggap sederhana, terdapat perjuangan panjang anak-anak muda yang memperjuangkan mimpi mereka di era baru. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Djarot Mediandoko
|
Editor:Deasy Mayasari

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Timur, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.