Tips Aman Bawa Anabul Mudik, Dokter Sarankan Cek Kesehatan Dulu
Membawa kucing saat mudik perlu persiapan matang agar tidak stres. Pastikan kondisi sehat, bawa air dan pakan, jaga suhu stabil, serta gunakan carrier untuk keamanan selama perjalanan.
MALANG – Membawa hewan peliharaan atau anabul (anak bulu) saat mudik lebaran memerlukan persiapan khusus, terutama untuk kucing yang rentan mengalami stres selama perjalanan. Hal tersebut disampaikan oleh Dosen Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya, drh. Yulinar Risky Karaman, M.Biomed.
Dokter Yulinar mengingatkan, kesiapan fisik dan lingkungan menjadi kunci utama agar anabul tetap aman dan nyaman. Menurutnya, tidak semua kucing cocok diajak perjalanan jauh. Karakter masing-masing hewan sangat berpengaruh, terlebih bagi kucing rumahan dan jarang bepergian.
“Kucing yang tidak terbiasa dibawa keluar cenderung lebih mudah stres, apalagi jika menghadapi perubahan suhu dan lingkungan,” ujarnya saat diwawancarai, Selasa (17/3/2026).
Selama perjalanan, pemilik disarankan memastikan ketersediaan air minum secara terus-menerus. Pakan yang diberikan pun sebaiknya tetap sama seperti yang biasa dikonsumsi. Untuk perjalanan lebih dari enam jam, pakan bernutrisi tinggi atau makanan basah dapat menjadi alternatif guna menjaga kebutuhan gizi sekaligus meminimalkan frekuensi buang air.
Selain itu, kondisi kesehatan kucing wajib diperiksa sebelum berangkat. Hal ini penting karena dikhawatirkan beberapa penyakit seperti panleukopenia hingga feline infectious peritonitis (FIP) berisiko menyerang kucing dengan imunitas rendah, terutama saat stres.
“Ada beberapa virus yang mematikan, seperti FIP yang belum ada vaksinnya dan rentan menyerang kucing dengan imun kurang baik,” imbuhnya.
Perubahan suhu juga menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan. Kucing yang terbiasa dengan udara sejuk berpotensi mengalami stres saat dipindahkan ke daerah yang lebih panas, begitu pun sebaliknya. Sehingga pemilik wajib memastikan kondisi kucing aman dan nyaman.
“Jika suhu lingkungan meningkat, kucing bisa menunjukkan tanda seperti terengah-engah atau menjulurkan lidah sebagai bentuk ketidaknyamanan,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemilik disarankan menjaga suhu tetap stabil, misalnya dengan AC atau ventilasi yang baik. Jika kucing mulai menunjukkan tanda stres, segera berikan minum dan istirahat yang cukup.
Keamanan selama perjalanan juga tidak kalah penting. Penggunaan carrier atau tali pengaman (harness) sangat dianjurkan, terutama saat berhenti di rest area. Pasalnya, kucing yang stres berisiko kabur karena panik.
Dalam kondisi tertentu, pemilik dapat menggunakan vitamin atau catnip untuk membantu menenangkan kucing. Namun, penggunaan obat penenang harus melalui rekomendasi dokter hewan.
Jika perjalanan dinilai terlalu berisiko, Dokter Yulinar menyarankan untuk menitipkan hewan di pet hotel. Ia tidak merekomendasikan untuk membawa anabul pada transportasi umum karena keterbatasan ruang dan kondisi lingkungan sering kali membuat hewan tidak nyaman.
“Yang terpenting adalah memastikan kondisi kucing benar-benar fit sebelum berangkat dan mempersiapkan segala kebutuhannya selama perjalanan,” pungkasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

