Di Tengah Gempuran Game Digital, Mini 4WD Tamiya Tetap Digemari Lintas Generasi
Kompetisi balap Tamiya di MCC pada Minggu (7/6/2026). (FOTO: Miranda/TIMES Indonesia)

Di Tengah Gempuran Game Digital, Mini 4WD Tamiya Tetap Digemari Lintas Generasi

Permainan Tamiya diyakini tidak hanya menumbuhkan kesenangan, tetapi juga mengasah otak, kreativitas, dan mempertajam ketelitian.

TIMES Jatim,Minggu 7 Juni 2026, 18:57 WIB
137
M
Miranda Lailatul Fitria

MALANGDi tengah gempuran permainan digital dan penggunaan gadget di kalangan anak muda saat ini, mainan balap mini 4WD atau Tamiya ternyata masih memiliki tempat tersendiri di hati penggemarnya.

Hal itu terlihat dalam ajang balap Tamiya yang digelar di gedung MCC Kota Malang, Minggu (7/6/2026), yang diikuti puluhan peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Penyelenggara kegiatan sekaligus pemilik toko Tamiya, Wahyu, menjelaskan bahwa antusiasme masyarakat terhadap game tahun 90-an tersebut masih cukup tinggi meskipun permainan digital terus berkembang.

Ia menyebut, meskipun beberapa kali para pegiat hobi ini sempat vakum, nyatanya Tamiya tidak benar-benar mati. Selain itu, tambahnya, konsumen Tamiya di tokonya juga masih tergolong banyak. 

“Dari tahun 1989 sampai sekarang Tamiya tidak pernah benar-benar mati. Memang peminatnya naik turun, tetapi komunitasnya tetap ada dan terus berkembang,” ujarnya.

Wahyu menambahkan bahwa anak-anak zaman sekarang justru didorong oleh orang tua mereka untuk bermain tamiya supaya terhindar dari penggunaan gadget yang berlebihan.

Menurut Wahyu, bermain Tamiya tidak hanya menumbuhkan kesenangan, tetapi juga mengasah otak, kreativitas, dan mempertajam ketelitian. 

“Orang tua malah menyuruh anak-anak mereka main tamiya, ini bisa mengasah kreativitas juga dengan proses merakit hingga mengembangkan performa mobil,” tambahnya.

Selain anak-anak, banyak juga generasi tua masih minat terhadap permainan jadul ini. Wahyu menyebut, sejumlah penghobi berusia di atas 50 tahun juga tampak turut meramaikan ajang ini.

Kondisi tersebut, lanjutnya, menunjukkan bahwa Tamiya berhasil menjembatani berbagai generasi melalui hobi yang sama.

Wahyu juga menjelaskan jenis mobil Tamiya produksi tahun 2000 ke bawah juga masih banyak diminati, meskipun tidak memiliki beberapa fitur lain yang lebih unggul daripada Tamiya produksi di atas tahun 2000.

Menurut Wahyu, perbedaan mencolok antara keduanya terletak pada sasis mobil. “Di bawah tahun 2000 itu sasis mobilnya jadul, tapi peminat mobil jenis ini masih ada, kalau produksi tergantung, kadang kalo animo tinggi Tamiya akan produksi ulang,” jelasnya. 

Terakhir, Wahyu menambahkan bahwa dalam kompetisi tersebut, peserta menggunakan kelas STB Up, yakni kategori mobil standar yang dapat langsung dimainkan setelah keluar dari kemasan dengan modifikasi sesuai regulasi yang ditentukan panitia.

Penilaian dilakukan berdasarkan kecepatan mobil menyelesaikan lintasan. Namun, peserta juga harus memenuhi sejumlah aturan teknis. Mobil yang keluar jalur otomatis dinyatakan gugur pada putaran tersebut. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Miranda Lailatul Fitria
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Timur, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.