Produksi Tebu Jatim Capai Rekor 20,6 Juta Ton pada 2025
Ilustrasi - tanaman tebu yang ada di Desa Putukrejo Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang. (Foto: Achmad Fikyansyah/TIMES Indonesia)

Produksi Tebu Jatim Capai Rekor 20,6 Juta Ton pada 2025

Produksi tebu di Jawa Timur pada 2025 mencatatkan rekor tertinggi dalam satu dekade terakhir.

TIMES Jatim,Kamis 18 Juni 2026, 16:03 WIB
294
A
Achmad Fikyansyah

MalangProduksi tebu di Jawa Timur pada 2025 mencatatkan rekor tertinggi dalam satu dekade terakhir. Luas lahan tebu yang digiling mencapai 185 ribu hektare dengan total produksi sebesar 20,6 juta ton tebu.

Capaian tersebut disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Jawa Timur, Heru Suseno, saat menghadiri Panen dan Tanam Tebu Serentak Program Bongkar Ratoon Tebu bersama Gubernur Jawa Timur di Desa Putukrejo, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Kamis (18/6/2026).

Menurut Heru, peningkatan produksi tebu tersebut menjadi modal penting bagi Jawa Timur dalam mendukung program swasembada gula konsumsi yang tengah dicanangkan pemerintah pusat.

"Kalau kita bicara capaian 2025, luas tebu yang digiling tahun 2025 mencapai 185 ribu hektare. Kemudian produksi tebu tahun 2025 ini luar biasa, tertinggi dalam 10 tahun terakhir, yakni sebanyak 20,6 juta ton tebu," ujar Heru.

Tidak hanya itu, dari hasil penggilingan tersebut, Jawa Timur juga mampu menghasilkan gula kristal putih dalam jumlah besar. Sepanjang 2025, produksi gula kristal putih dari Jawa Timur mencapai 1,1 juta ton.

Heru menjelaskan, capaian tersebut menunjukkan bahwa Jawa Timur masih menjadi salah satu lumbung gula nasional yang memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan, khususnya komoditas gula.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa upaya peningkatan produksi dan produktivitas tebu tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah, petani, pabrik gula, hingga dunia usaha agar target swasembada gula nasional dapat tercapai.

"Upaya kita semua untuk mendorong peningkatan produksi dan produktivitas tebu sebagai upaya kita mendukung program swasembada gula konsumsi secara nasional," katanya.

Menurut Heru, koordinasi lintas sektor menjadi faktor utama yang harus terus diperkuat. Sebab, industri gula memiliki rantai produksi yang panjang dan melibatkan banyak pihak.

"Tentunya untuk mencapai swasembada, sangat penting menguatkan koordinasi antara semua sektor-sektor tebu, pabrik gula, para petani, pemerintah daerah, kemudian Kementerian Pertanian dan perusahaan-perusahaan lain. Ini harus bekerja sama," pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Achmad Fikyansyah
|
Editor:Ferry Agusta Satrio

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Timur, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.