Ekonomi

Bedah Hilirisasi Pertanian dalam Seminar Nasional POPMASEPI 2023

Selasa, 28 November 2023 - 11:25
Bedah Hilirisasi Pertanian dalam Seminar Nasional POPMASEPI 2023 Jadi, S.P selaku Koordinator Penyuluh Pertanian Kabupaten Blitar saat menyampaikan materinya. (FOTO: Dwi Lailatus Saadah/TIMES Indonesia)

TIMES JATIM, BLITAR – Pembukaan Musyawarah Nasional Perhimpunan Organisasi Profesi Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian Indonesia (POPMASEPI) 2023 berlangsung meriah. Himpunan Mahasiswa Agribisnis (Himagri) Universitas Islam Balitar (Unisba Blitar) yang menjadi tuan rumah tak segan-segan untuk memberikan persembahan menarik pada gelaran tahunan ini.

Satu dari rangkaian acara utama yang paling ditunggu-tunggu pada kegiatan ini ialah seminar nasional yang mengundang narasumber lokal maupun nasional yang kompeten. Keempat narasumber tersebut ialah drh. Boetdy Angkasa selaku Perwakilan Kementerian Pertanian RI, Jadi  selaku Koordinator Penyuluh Pertanian Kabupaten Blitar, Tri Melasari, selaku Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan serta Ahmad Izzudin, selaku Manager Legal dan Ekspor Impor PT Kampung Coklat. 

Dihadapan perwakilan mahasiswa seluruh Indonesia, para narasumber ini membawakan beberapa materi yang berbeda-beda dengan satu tema utama yaitu "Hilirisasi Pertanian untuk Kemandirian Ekonomi Indonesia". 

Koordinator Penyuluh Pertanian Kabupaten Blitar  Jadi, S.P menyebut hilirisasi pertanian ini merupakan kegiatan mengolah hasil pertanian yang dimiliki petani menjadi produk turunan lain. Hasil dari produk tersebutlah yang kemudian dipasarkan dengan harga yang lebih tinggi. 

Sehingga, ia menambahkan, melalui hilirisasi ini akan mampu mengembangkan usaha tani hingga mampu memberikan dampak berupa meningkatnya pendapatan petani.

"Dengan hilirisasi petani mampu mengembangkan usaha taninya sehingga potensi income-nya semakin maksimal," jelasnya.

Jadi menambahkan, Kabupaten Blitar ini merupakan salah satu sentra produksi pertanian dibeberapa komoditas seperti holtikultura, pangan, perkebunan, hingga ternak. Namun sayangnya, masih belum banyak petani yang melakukan proses produksi menjadi produk olahan baik jadi maupun setengah jadi. Rata-rata para petani akan menjual hasil pertaniannya dalam bentuk segar.

Melihat hal tersebut, Jadi merasa bahwa sudah saatnya Kabupaten Blitar ini mencoba untuk menerapkan hilirisasi pertanian. Ditambah dengan bantuan teknologi digital yang semakin berkambang akan membantu memudahkan petani dalam meningkatkan nilai jual hasil panen mereka

"Didukung teknologi dan ilmu pengetahuan kalau itu dijalankan dengan baik hasilnya secara ekonomi lebih menguntungkan," paparnya kepada mahasiswa.

Sementara itu, Manager Legal dan Ekspor Impor PT Kampung Coklat Ahmad Izzudin, mengungkapkan bahwa kini masyarakat harus jeli dalam melihat segala peluang yang ada. Ia mencontohkan, kala itu ada seorang temannya yang yang memiliki kejelian dalam berbisnis mencoba ekspor daun salam ke luar negeri.

Padahal, banyak yang mengira daun salam ini cuma menjadi bahan pelengkap masakan saja. Jika kita jeli dalam mencari pangsa pasar, hal kecil semacam itu akan memiliki nilai yang besar.

"Terkadang barang yang selama ini kita anggap sampah dan tidak bernilai tetapi kalau kita cari pangsa pasar yang tepat maka sesuatu yang tidak ternilai itu bisa menjadi nilai yang besar," jelasnya. 

drh. Boetdy Angkasa selaku Perwakilan Kementerian Pertanian RI berpesan kepada seluruh mahasiswa untuk ikut andil dalam memberikan bantuan kepada para petani dalam memajukan sektor pertanian bangsa.

"Kalau mau melakukan pembinaan ke kelompok-kelompok sampaikanlah ke dinas untuk dilakukan support berupa bantuan sarana prasarana maupun support bimbingan tekniknya," ujarnya. (*)

Pewarta : Dwi Lailatus Saadah (MG)
Editor : Imadudin Muhammad
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jatim just now

Welcome to TIMES Jatim

TIMES Jatim is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.