Harga Cabai Jadi Biang Inflasi Kota Malang, BPS Catat Naik 0,18 Persen
Pedagang cabai di Pasar Klojen Kota Malang. (Foto: Rizky/TIMES Indonesia)

Harga Cabai Jadi Biang Inflasi Kota Malang, BPS Catat Naik 0,18 Persen

Kenaikan harga cabai kembali menjadi pemicu utama inflasi di Kota Malang. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang mencatat inflasi pada Mei 2026 mencapai 0,18 persen secara bulanan.

TIMES Jatim,Rabu 3 Juni 2026, 13:14 WIB
173
R
Rizky Kurniawan Pratama

MalangKenaikan harga cabai kembali menjadi pemicu utama inflasi di Kota Malang. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang mencatat inflasi pada Mei 2026 mencapai 0,18 persen secara bulanan (month-to-month/m-to-m), dengan lonjakan harga sejumlah komoditas pangan terutama cabai merah, cabai rawit, dan bawang merah menjadi faktor dominan.

Kepala BPS Kota Malang, Umar Sjaifudin mengatakan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar inflasi Mei 2026 dengan andil 0,06 persen terhadap inflasi umum.

“Komoditas utama penyumbang inflasi bulan Mei 2026 adalah cabai merah,” ujar Umar, Rabu (3/6/2026).

Menurutnya, kenaikan harga cabai dan bawang merah dipicu anomali cuaca ekstrem yang berdampak pada berkurangnya produksi dan pasokan di tingkat pasar. Kondisi tersebut membuat harga komoditas hortikultura mengalami tekanan sepanjang Mei.

Selain cabai merah, inflasi juga didorong kenaikan harga minyak goreng, telepon seluler, vitamin, dan pizza. Di sisi lain, beberapa bahan pangan justru membantu menahan laju inflasi, di antaranya telur ayam ras, daging ayam ras, dan bawang putih yang mengalami penurunan harga.

BPS juga mencatat penurunan harga emas perhiasan serta tarif transportasi online turut memberikan kontribusi terhadap deflasi pada bulan yang sama.

Meski harga sejumlah kebutuhan pokok mengalami kenaikan, inflasi Kota Malang masih lebih rendah dibandingkan rata-rata Jawa Timur dan nasional yang sama-sama mencapai 0,28 persen. Secara tahun kalender (year-to-date/y-to-d), inflasi Kota Malang tercatat sebesar 1,22 persen, sedangkan inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) berada di angka 3,10 persen.

Capaian tersebut menunjukkan kondisi harga bahan pokok di Kota Malang relatif lebih terkendali dibandingkan daerah lain. BPS menilai berbagai langkah pengendalian inflasi yang dilakukan pemerintah daerah bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) cukup efektif dalam menjaga stabilitas pasokan dan keterjangkauan harga kebutuhan masyarakat.

“Kondisi ini menjadi sinyal positif bagi daya beli warga di tengah fluktuasi harga pangan yang masih dipengaruhi faktor cuaca dan pasokan di berbagai daerah,” ucapnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Rizky Kurniawan Pratama
|
Editor:Ferry Agusta Satrio

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Timur, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.