Berita

12 Hari Banjir Belum Surut, Warga di Desa Jombok Jombang Mulai Terserang Gatal dan Demam

Selasa, 12 Januari 2021 - 13:01
2.15k
12 Hari Banjir Belum Surut, Warga di Desa Jombok Jombang Mulai Terserang Gatal dan Demam Seorang ibu memilih bertahan di rumahnya meski situasi banjir belum surut di Desa Jombok, Jombang, Jawa Timur. (Foto: Rohmadi/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JOMBANG – Sudah 12 hari, banjir di Dusun Beluk, Desa Jombok, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Jawa Timur belum kunjung surut. Akibatnya, aktifitasnya warga desa setempat terganggu. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari warga hanya bisa mengandalkan bantuan dari posko yang disediakan pemerintah desa setempat.

"Biasanya dikasih makan sama petugas Posko 1 hari 2 kali," ujar Ngatinah (61), Warga Dusun Beluk, kepada TIMES Indonesia (12/1/2020).

Sebagian warga belum juga mengungsi ketempat yang lebih aman. Pemerintah Desa juga sudah menyediakan 3 tempat untuk tempat pengungsian. "Mau mengungsi dimana keluarganya dan kerabatnya rumahnya juga disini. Di posko desa juga sudah penuh. Kalau malam biasanya tidur disana kalau siang yang kerumah lagi," beber wanita paruh baya ini.

Banjir Jombok Jombang a

Warga juga mulai mengeluhkan gatal-gatal dan demam panas. "Sebagian warga ada yang mengeluhkan gatal-gatal dan demam," kata Suwarti (65), salah satu korban banjir.

Ia berharap segera ada solusi dari pemerintah untuk menangani banjir yang merendam desa tempat tinggalnya selama 12 hari sebelumnya. Dan diperkirakan sampai besok banjir juga belum surut.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Bencana alam banjir kembali melanda Kabupaten Jombang. Tepatnya di Desa Jombok, Kecamatan Kesamben yang menjadi langganan banjir setiap tahunnya.

Mulyawan (50), salah satu warga Dusun Beluk Desa Jombok, Kesamben, Jombang mengaku,  banjir yang melanda desanya menjadi momok yang menakutkan bagi warga Desa Jombok disetiap tahun pada saat musim hujan datang.

Banjir Jombok Jombang b

"Setiap tahun mesti begini, kami juga kawatir jika musim hujan datang," jelasnya.

Banjir yang melanda Desa Jombok diketahui sejak 3 hari lalu, dipicu curah air hujan yang deras saat malam pergantian tahun, Kamis (31/12/2020) malam.

Ini mengakibatkan air sungai Avoer Watudakon meluap hingga ke pemukiman warga. Ketinggian air mencapai 30-50 cm yang menyebabkan aktifitas warga terganggu dan tidak bisa berjalan seperti sediakala. "Kedalaman banjir beragam, kisaran 30-50 cm. Sementara ya, gak bisa kemana-mana," bebernya.

Hal senada juga disampaikan Shofi Imamah, Kasun Beluk. Menurutnya, penyebab banjir tahun ini, di samping hujan deras juga pembangunan saringan di sungai Avoer Watudakon yang tak ada penanganan lanjutan. Ini membuat sampah hasil penyaringan tanpa pemindahan malah menyumbat sungai.

"Akibatnya sungai tak bisa menampung banyaknya air kemudian sampai kepemukiman warga. Mulai tanggal 31 lalu sudah masuk area persawahan. Baru kemaren sore masuk ke pemukiman warga hingga sekarang," jelasnya.

Shofi sapaan akrabnya menambahkan akibat dari banjir tahun ini setidaknya ada 200an KK yang terdampak, 100an rumah secara langsung terendam banjir. "Sementara pihak desa sudah menyediakan posko banjir dan sebagian warga mengungsi dirumah kerabatnya," imbuhnya.

Sementara pihak desa juga sudah memberikan bantuan berupa makanan dan pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang juga sudah turun lapangan untuk menanggulangi banjir ini dengan memberikan bantuan berupa air bersih.

Shofi berharap, agar pemerintah segera memberikan solusi penanganan banjir didesanya. Pembangunan saringan pada sungai yang gagal harus diperbaiki.

"Semoga banjirnya segera surut dan pemerintah lebih serius dalam penanganan banjir yang melanda desa kita terutama pembangunan saringan sungai yang dulu digadang-gadang bisa menjadi solusi malah menjadi bencana saat ini," kata Kepala Dusun Beluk, Desa Jombok, Kesamben Kabupaten Jombang(*)

Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jatim just now

Welcome to TIMES Jatim

TIMES Jatim is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.