https://jatim.times.co.id/
Berita

Sering Terjadi Konflik Antar Nelayan Luar Daerah, Pemkab Pacitan Susun Perjanjian dengan Pawonsari

Rabu, 10 Juli 2024 - 14:53
Sering Terjadi Konflik Antar Nelayan Luar Daerah, Pemkab Pacitan Susun Perjanjian dengan Pawonsari Foto 1: Kepala Dinas Perikanan Pacitan, Bambang Marhaendrawan. (Foto: Rojihan/TIMES Indonesia)

TIMES JATIM, PACITAN – Konflik antar nelayan yang kerap terjadi di perairan perbatasan Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, dengan Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta, telah mendorong Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Pacitan untuk menyusun perjanjian kerja sama guna mencegah terjadinya bentrokan serupa di masa mendatang.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pacitan, Bambang Marhaendrawan, mengungkapkan, inisiatif ini dilatarbelakangi oleh berbagai insiden konflik yang terjadi antara nelayan kedua daerah tersebut.

Menurut Bambang, konflik tersebut biasanya muncul ketika nelayan Pacitan memasuki wilayah laut yang diklaim oleh nelayan Gunung Kidul sebagai zona eksklusif mereka.

“Kami mengidentifikasi bahwa sering terjadi ketegangan antara nelayan Pacitan dan nelayan Gunung Kidul. Ketegangan ini berawal dari klaim teritorial yang tidak sepenuhnya dipahami oleh semua pihak. Seringkali, saat nelayan Pacitan mencari ikan di wilayah yang dianggap milik Gunung Kidul, mereka menghadapi tindakan pengusiran dan konflik, padahal secara hukum, laut tersebut merupakan bagian dari wilayah NKRI yang seharusnya tidak menimbulkan sengketa asalkan semua pihak mematuhi aturan yang ada,” jelas Bambang.

Konflik ini tidak hanya terjadi di laut, tetapi juga merambah ke daratan. Nelayan yang mendarat di wilayah Gunung Kidul terkadang mengalami masalah yang sama, sehingga situasinya tidak kondusif.

Untuk menangani masalah ini, Pemkab Pacitan telah melakukan komunikasi intensif dengan pihak Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Gunung Kidul.

“Kami telah mengadakan pertemuan dengan Dinas Gunung Kidul dan membahas berbagai solusi untuk mencegah konflik. Salah satu solusi pembuatan rancangan perjanjian kerjasama antar wilayah,” tambahnya, Rabu (10/7/2024).

Perjanjian ini, yang saat ini masih dalam tahap penyusunan, mencakup beberapa poin penting. Salah satu tujuannya adalah menciptakan kesepahaman antara nelayan dari kedua daerah untuk menghindari konflik di laut.

Selain itu, perjanjian ini juga bertujuan untuk memastikan bahwa setiap daerah melakukan sosialisasi rutin tentang peraturan laut dan hak serta kewajiban nelayan.

“Kami ingin memastikan bahwa semua pihak memiliki pemahaman yang sama mengenai batas-batas wilayah perairan dan aturan yang berlaku, serta meningkatkan perlindungan bagi nelayan,” ungkap Bambang.

Inisiatif ini bukanlah hal baru. Sebenarnya, upaya serupa telah dimulai sejak tahun 2012, namun kini perjanjian tersebut diperbarui dan diperinci lebih detail untuk mengatasi masalah yang belum terselesaikan.

“Pada tahun 2012, telah ada perjanjian kerjasama yang dibuat, tetapi kami merasa perlu menambahkan beberapa detail dan memperbarui perjanjian tersebut untuk menyesuaikan dengan kondisi saat ini,” ujar Bambang.

Konflik antar nelayan juga pernah terjadi dengan nelayan dari Wonogiri, Wonosari, Gunung Kidul, dan Purworejo. Berbagai peristiwa ini menunjukkan bahwa tantangan yang dihadapi tidak hanya terbatas pada hubungan antara Pacitan dan Gunung Kidul, tetapi juga melibatkan beberapa daerah lain di sekitarnya.

Untuk memastikan kelancaran pelaksanaan perjanjian ini, Pemkab Pacitan bersama pihak-pihak terkait akan melibatkan komunikasi antar daerah yakni Pawonsari sebagai.

“Kami berharap perjanjian ini dapat menciptakan suasana yang harmonis dan mencegah terulangnya konflik di masa mendatang. Melalui kerjasama yang solid dan komunikasi yang baik, kami optimis bahwa masalah ini dapat diselesaikan secara efektif,” katanya.

Dengan langkah ini, diharapkan konflik antar nelayan di perairan Pacitan dan Gunung Kidul dapat diminimalisir dan stabilitas di wilayah laut dapat terjaga dengan lebih baik.

"Berkat ijin kami juga terus berupaya memfasilitasi ijin nelayan Pacitan yang mau andon di daerah lain maupun ijin ke kementerian," pungkasnya. (*)

Pewarta : Rojihan
Editor : Deasy Mayasari
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jatim just now

Welcome to TIMES Jatim

TIMES Jatim is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.