TIMES JATIM, JOMBANG – Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (FIK Unipdu) Jombang menggelar pengobatan gratis dan sosialisasi penanganan stunting di Balai Desa Kedung Betik, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Selasa (29/8/2023).
Kegiatan yang dilaksanakan di balai desa setempat ini menjadi bukti nyata komitmen Unipdu Jombang dalam berkontribusi positif bagi masyarakat sekitar. Pengobatan gratis ini mencakup berbagai pelayanan kesehatan, seperti pemeriksaan kesehatan umum, bekam, akupuntur, serta pengecekan gizi.
Selain itu, yang tak kalah penying dari kegiatan ini yakni upaya penanganan stunting yang sudah menjadi problem nasional. Stunting, atau pertumbuhan terhambat pada anak akibat kekurangan gizi kronis, menjadi salah satu masalah serius di berbagai daerah, termasuk di Desa Kedung Betik.

Kegiatan kolaborasi antara mahasiswa KPM dan FIK Unipdu Jombang tersebut juga bekerjasama dengan unit Pesantren Darul Ulum lainnya seperti Rumah Sakit Medika (RSM) Unipdu Jombang.
Kegiatan yang mengusung tema ‘Meningkatkan Kesehatan Masyarakat Melalui Terapi Keperawatan Konteporer dan Edukasi Kesehatan Stunting’ ini setidaknya diikuti oleh kurang lebih 35 orang dari masyarakat setempat. Terlihat para ibu-ibu dan bapak antusias dalam mengikuti agenda pengobatan gratis tersebut.
Muhammad Angga Hariyanto Ketua KPM Unipdu Jombang kegiatan ini diharapkan bisa mengedukasi masyarakat tentang pola hidup sehat dan penanganan stunting pada anak.
“Melalui edukasi dan tindakan medis yang diberikan, kami berharap bisa membantu masyarakat agar bisa hidup sehat dan memulihkan kondisi anak-anak agar tumbuh sehat dan cerdas,” kata Angga kepada TIMES Indonesia, Selasa (29/8/2023).
Selain pelayanan medis, kegiatan ini juga melibatkan sesi edukasi tentang pentingnya gizi seimbang bagi pertumbuhan anak. Orang tua dan wali murid juga mendapatkan pengetahuan tentang cara memilih makanan yang bergizi dan mendukung pertumbuhan optimal anak.
Masruroh, Dekan FIK Unipdu Jombang mengatakan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari tanggung jawab sosial kampus dalam menebar manfaat kepada masyarakat.
“Sebagai lembaga pendidikan, kami tidak hanya fokus pada pembelajaran akademis, tetapi juga memiliki komitmen untuk berkontribusi dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat," ucapnya.
Pengobatan gratis dan penanganan stunting ini menjadi langkah konkret Unipdu Jombang dalam mewujudkan visi sebagai pusat pendidikan yang peduli terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
Pengobatan gratis dan penanganan stunting ini mendapatkan apresiasi positif dari masyarakat Desa Kedung Betik. Salah satunya yakni dari Siti Fatimah, ia mengatakan bahwa kegiatan tersebut sangat membantu warga yang tengah memerlukan bantuan kesehatan.
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan dan perhatian dari mahasiswa dan civitas Unipdu Jombang. Kegiatan ini sangat membantu kami dalam memahami pentingnya gizi dan kesehatan bagi kami dan anak-anak kami," ujarnya. (*)
| Pewarta | : Rohmadi |
| Editor | : Wahyu Nurdiyanto |