Sampah TPA Mrican Ponorogo Overload, Penanganan Limbah Tidak Optimal
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ponorogo mengakui penanganan limbah di Tempat Pembuangan Akhir Sampah Mrican (TPA Mrican) Kecamatan Jenangan Ponorogo tidak bisa optimal, kar ...
PONOROGO – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ponorogo mengakui penanganan limbah di Tempat Pembuangan Akhir Sampah Mrican (TPA Mrican) Kecamatan Jenangan Ponorogo tidak bisa optimal, karena kondisi TPA terbesar di Ponorogo tersebut kondisinya sudah overload. Sehingga pengolahan air limbah tidak bisa maksimal menampung.
"Akibatnya meluber hingga ke saluran teknis pengairan warga setempat," kata Sulis Rianto, Kabid Penataan dan Perlindungan Pengelolaan Lingkungan Hidup (DLH) Ponorogo Senin (21/3/2022).
Menurut dia sampah yang masuk ke TPA Mrican setiap harinya sekitar 70 hingga 90 ton."Jumlah tersebut cukup besar dan tidak sebanding dengan luasan lahan yang ada di TPA," ulas Sulis Rianto.
Ia pun menyebut cara yang bisa dilakukan daerah hanya merelokasi TPA atau melakukan perluasan lahan agar gunungan sampah bisa berkurang.
Hanya saja untuk mengatasi keluhan petani soal limbah Lindi yang mencemari air, pihaknya akan memberikan tanggul agar air limbah yang mengalir menyatu menuju IPAL.
"Kami sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Desa, para petani, tokoh masyarakat, dan pemuda Desa Mrican pada awal Maret kemarin. Intinya semua keluhan ditampung dan disampaikan ke Bupati," sebut Sulis Rianto.
Sebelumnya Pemerintah Desa Mrican menagih janji kepada Pemkab Ponorogo terkait penanganan limbah TPA sampah di wilayahnya. Karena bertahun-tahun petani di kawasan TPA harus rela produksi tanaman padinya anjlok yang diduga karena irigasinya tercemari dengan adanya tumpukan sampah di TPA Mrican. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


