https://jatim.times.co.id/
Berita

Kombes Pol Rofiq Rifto Himawan, Tugas Suci Jadi Polisi Bernurani yang Melayani

Kamis, 08 Januari 2026 - 11:02
Kombes Pol Rofiq Rifto Himawan,  Tugas Suci Jadi Polisi Bernurani yang Melayani Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan. (FOTO: Dok. Pribadi)

TIMES JATIM, MALANG – “Wajah polisi yang melayani. Masyarakat terlayani dan bahagia. Karena pondasi dasar transformasi Polri adalah Bhabinkamtibmas bernurani. Itulah tugas kami.”

Kalimat itu diucapkan Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan tanpa nada menggurui. Ia meluncur tenang dalam sebuah diskusi santai—rasan-rasan kebaikan, begitu ia menyebutnya. Tidak ada mimbar, tidak ada jarak. Hanya percakapan tentang Indonesia, tentang peradaban, dan tentang bagaimana polisi seharusnya hadir di tengah masyarakat.

Bagi Rofiq, kepolisian bukan sekadar institusi penegak hukum. Ia adalah ruang pengabdian, tempat kepercayaan publik dirawat dengan kesabaran dan ketulusan. Itulah sebabnya, di balik seragam dinas dan tanda kepangkatan, ia memilih bekerja dalam sunyi—mendengar lebih banyak, berbicara seperlunya, dan bertindak dengan hati nurani.

Nilai yang Tumbuh dari Rumah

Pandangan itu tidak lahir tiba-tiba. Jauh sebelum mengenakan seragam cokelat, Rofiq telah lebih dulu dikenalkan pada makna hidup oleh seorang ibu.

“Sejak kecil saya selalu diingatkan,” kenangnya, “manusia yang baik adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain.”

Pesan sederhana itu menjelma menjadi kompas hidup. Di tengah dinamika tugas, godaan jabatan, dan sorotan publik, ia berusaha tetap membumi. Bahkan ketika menerima Pin Emas Kapolri atas prestasi penegakan hukum dan pelayanan publik, Rofiq menolak memaknainya sebagai pencapaian pribadi.

“Penghargaan itu bukan milik saya,” ujarnya pelan. “Itu milik rakyat. Polisi hanya diberi amanah untuk menjaganya.”

Banyuwangi dan Kepemimpinan yang Merawat

Amanah itu kian terasa saat ia dipercaya memimpin Polresta Banyuwangi—wilayah di ujung timur Pulau Jawa yang kaya akan alam, budaya, dan keragaman sosial. Rofiq datang bukan membawa ambisi, melainkan kesadaran bahwa keamanan tidak cukup dijaga dengan patroli dan statistik.

“Yang harus dirawat bukan hanya ketertiban, tapi juga kedamaian, kerukunan, dan kebahagiaan masyarakat,” tuturnya.

Di Banyuwangi, keamanan dimaknainya sebagai rasa tenteram: ketika warga bisa beribadah tanpa cemas, anak-anak berangkat sekolah dengan senyum, petani mengolah lahan dengan tenang, dan pelaku usaha menjalankan aktivitas tanpa rasa takut.

Ia juga menaruh perhatian besar pada kelestarian alam.

“Alam Banyuwangi itu anugerah. Kalau alamnya dijaga, masyarakatnya akan sejahtera. Dan kesejahteraan adalah fondasi keamanan yang paling kokoh,” katanya.

Bhabinkamtibmas dan Hati Masyarakat

Dalam konsepsi Rofiq, Bhabinkamtibmas adalah wajah Polri yang paling jujur. Mereka hadir di desa, kampung, dan ruang-ruang kehidupan warga—tempat negara benar-benar diuji keberadaannya.

“Bhabinkamtibmas tidak boleh hanya hadir secara fisik. Mereka harus hadir di hati masyarakat,” ujarnya.

Hadir berarti mendengar sebelum menghakimi, memahami sebelum menindak. Polisi, baginya, tidak boleh datang sebagai simbol kekuasaan, melainkan sebagai pelayan yang bisa dipercaya.

“Kalau masyarakat percaya, hukum akan hidup. Kalau tidak, hukum hanya jadi tulisan di atas kertas,” ucapnya.

Merawat Indonesia Bersama

Rofiq menyadari, menjaga ketertiban bukan kerja satu institusi. Karena itu, ia membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya.

Forkopimda, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, budayawan, pengusaha, hingga komunitas kreatif ia ajak berjalan bersama.

“Kita semua punya tanggung jawab yang sama untuk merawat Indonesia,” katanya.

Baginya, Polri adalah bagian dari peradaban. Peradaban yang hanya bisa berdiri jika dibangun dengan kepercayaan, keteladanan, dan pelayanan yang tulus.

Jalan Sunyi Seorang Pelayan Negara

Di tengah dunia yang kian gaduh, jalan yang dipilih Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan terasa semakin relevan. Jalan sunyi—tanpa sorotan berlebihan, tanpa retorika kosong.

Ia percaya, negara yang kuat tidak lahir dari rasa takut, melainkan dari rasa aman yang tumbuh karena kehadiran aparat yang manusiawi.

Dan di Banyuwangi, di antara hamparan alam dan denyut kehidupan warganya, ia terus menjaga satu hal yang paling ia yakini: kepercayaan masyarakat.

Karena bagi Rofiq, menjadi polisi bukan soal kuasa. Ia adalah soal menjaga nurani—agar negara tetap hadir sebagai pelindung, bukan sekadar penguasa.(*)

Pewarta : Imadudin Muhammad
Editor : Imadudin Muhammad
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jatim just now

Welcome to TIMES Jatim

TIMES Jatim is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.