TIMES JATIM, BANTUL – Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, memastikan akan melakukan penataan aparatur sipil negara (ASN) melalui mutasi dan promosi setelah Lebaran.
Langkah ini dilakukan untuk mengisi sejumlah posisi kosong di berbagai jenjang eselon.
Menurut Abdul Halim, kebutuhan ASN cukup besar, tidak hanya di eselon II, tetapi juga di eselon III dan IV. Penataan ini pun akan berdampak hingga ke level bawah.
Menurutnya, setiap tahun lebih dari 300 ASN pensiun, sehingga harus ada penggantian di semua jenjang, mulai dari eselon 4, eselon 3, hingga eselon 2.
"Ini hal biasa dalam pemerintahan dan tidak perlu menjadi kehebohan," ujarnya kepada media usai mendampingi kunjungan kerja Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto, di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bantul , Rabu (26/3/2025).
Rotasi dan promosi ASN pada umumnya hanya dapat dilakukan enam bulan setelah pelantikan kepala daerah. Namun, aturan membolehkan percepatan jika mendapat izin dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri).
"Mutasi dan promosi itu hal wajar. Setelah Lebaran, kami akan melakukannya karena sudah meminta izin ke Kemendagri. Aturan memang membolehkan jika mendapat persetujuan dari Mendagri," jelasnya.
Abdul Halim juga mengungkapkan bahwa dalam pertemuan dengan Mendagri Tito Karnavian saat retret, ia telah mendapatkan izin secara lisan.
"Saat retret kemarin, saya bertemu dengan Pak Tito. Beliau mengizinkan secara lisan, dan ini akan ditindaklanjuti dengan surat resmi. Persetujuan ini juga telah disampaikan kepada seluruh kepala daerah," paparnya. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Bupati Bantul Bakal Lakukan Perombakan Formasi ASN Usai Lebaran
Pewarta | : Edy Setyawan |
Editor | : Ronny Wicaksono |