KRT. KH. Luqman Harits Dimyathi. (Foto: Yusuf For TIMES Indonesia)

KH Luqman Harits Mendapat Gelar Kanjeng Raden Tumenggung dari Keraton Surakarta

Khatib Syuriah, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Luqman Harits, mendapat gelar Kanjeng Raden Tumenggung dari Keraton Surakarta.

TIMES Jatim,Kamis 24 Juni 2021, 10:00 WIB
117.5K
R
Rojihan

PONOROGOKhatib Syuriah, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Luqman Harits, mendapat gelar Kanjeng Raden Tumenggung dari Keraton Surakarta.

Gelar tersebut tertuang dalam surat keterangan yang ditanda tangani ketua Lembaga Dewan Adat Karaton Surakarta, Dra. GRAy. Koes Moertiyah, M.Pd.

"Alhamdulillah, saya hanya bisa bersyukur atas anugerah gelar kebangsawanan dari Keraton Surakarta hari ini," katanya, Kamis (24/6/2021).

Menurut pria yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Tremas, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur itu, gelar dan pangkat yang diberikan oleh Karaton Surakarta semata-mata untuk melestarikan budaya dan silsilah Raja Jawa. Agar bisa diambil manfaatnya untuk semua kalangan.

"Ini semua semata-mata pelestarian budaya dan silsilah Raja di Jawa," terangnya.

Rencananya, dalam waktu dekat pihak Keraton Surakarta akan mengelar upacara penyematan atau wisuda kepada nama-nama yang mendapat anugerah gelar kebangsawanan. Namun masih melihat kondisi penyebaran Covid 19.

article
Gambar surat dari Karaton Surakarta.

"Karena di Solo masih Zona Covid 19, tidak bisa dipastikan kapan, tapi dalam waktu dekat ada upacara penyematan, nanti sewaktu-waktu pihak Keraton Surakarta akan mengundang," terang, KRT. KH Luqman Harits

Lanjut KRT, KH. Luqman, sebagai pengasuh Ponpes Tremas, pesantren Tremas memiliki hubungan kerabat dengan Keraton Surakarta.

"Bahwa Pondok Tremas yang didirikan oleh KH. Abdul Manan Dipomenggolo memang memiliki hubungan kerabat dengan Keraton Surakarta, bahkan tertulis di manuskrip Syaikh Mahfudz Atturmusi, era itu Pacitan ikut dengan Solo dan ditulis dengan "qoryah solo" dalam huruf Arab," jelasnya.

Perlu di ketahui, penyematan gelar yang dilakukan oleh Keraton Yogyakarta maupun Keraton Surakarta ini sesuai dengan kedudukan seseorang mulai abdi dalem golongan atas, dari bupati anom sampai bupati nayaka bergelar Kanjeng Raden Tumenggung (KRT). (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Rojihan
|
Editor:Wahyu Nurdiyanto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Timur, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.