TIMES Jatim/Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur. (FOTO: dok TIMES Indonesia)

Peneliti dari Fakultas Ilmu Komputer (Filkom) Universitas Brawijaya (UB), Rizal Setya Perdana mengatakan, dengan populasi yang mencapai 278,7 juta jiwa pada tahun 2024 ...

TIMES Jatim,Sabtu 30 November 2024, 15:26 WIB
19.9K
M
Moh Ramli

JAKARTAPeneliti dari Fakultas Ilmu Komputer (Filkom) Universitas Brawijaya (UB), Rizal Setya Perdana mengatakan, dengan populasi yang mencapai 278,7 juta jiwa pada tahun 2024, Indonesia menempati posisi strategis sebagai salah satu negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia. 

Tingkat adopsi teknologi digital di Indonesia terus meningkat, dengan penetrasi internet mencapai 66,5% dari total populasi, didukung oleh pertumbuhan konektivitas seluler yang signifikan dan kecepatan internet yang semakin baik. 

Di sisi lain, menurut peneliti UB ini, tantangan berupa kesenjangan digital dan aksesibilitas yang belum merata masih menjadi perhatian. 

Di tengah lanskap yang dinamis ini, teknologi seperti Al Generatif, keamanan siber, dan ekonomi digital telah mentransformasi berbagai aspek kehidupan, mulai dari komunikasi hingga aktivitas ekonomi. 

"Teknologi ini saling mendukung, menciptakan peluang besar sekaligus menimbulkan tantangan baru yang harus diatasi," katanya di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, pada Jumat (29/11/2024).

Peneliti UB ini menyampaikan, ketiga tren Al Generatif, Keamanan Siber, dan Ekonomi Digital saling terhubung dalam membangun ekosistem digital yang kuat di Indonesia. 

"Al Generatif menghadirkan inovasi dan personalisasi, Keamanan Siber melindungi data dan algoritma, sementara Ekonomi Digital memanfaatkan kepercayaan yang dihasilkan untuk mempercepat transaksi dan interaksi digital. Sinergi ini menjadi kunci transformasi digital Indonesia," jelasnya.

Ia menyebut, tantangan seperti literasi digital yang rendah, ketimpangan infrastruktur, dan kebutuhan regulasi adaptif perlu diatasi melalui investasi teknologi, kebijakan keamanan siber, dan edukasi publik. 

Menurutnya, dengan kolaborasi pemerintah, sektor swasta, dan akademisi, Indonesia memiliki peluang besar untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, menjadi pemain utama di lanskap digital global, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

"Dengan pemanfaatan teknologi yang bijak dan penguatan sistem pendukung, Indonesia dapat menjadi pemain utama dalam lanskap digital global sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakatnya," ujar peneliti UB Rizal Setya Perdana. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Moh Ramli
|
Editor:Hendarmono Al Sidarto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Timur, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.