TIMES JATIM, JAKARTA – Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, memastikan sebanyak 250 unit rumah warga mengalami kerusakan parah hingga hancur akibat banjir bandang yang melanda kawasan dataran tinggi wilayah tersebut pada Kamis (26/11/2025).
“Kerusakan akibat banjir bandang di dataran tinggi Nagan Raya sangat parah, banyak masyarakat kehilangan tempat tinggal akibat bencana alam ini,” ujar Bupati Nagan Raya, Teuku Raja Keumangan, di Nagan Raya, Sabtu.
2.500 Warga Mengungsi ke Dataran Tinggi
Data sementara pemerintah daerah menunjukkan lebih dari 2.500 warga terpaksa mengungsi, menyusul kerusakan pada rumah-rumah mereka yang tak lagi bisa dihuni. Selain kehilangan tempat tinggal, warga juga merasakan trauma berat akibat banjir bandang yang ikut meluluhlantakkan fasilitas publik.
Banjir juga merusak sejumlah infrastruktur penting, termasuk dua sekolah, satu masjid, pos polisi, pos TNI, serta berbagai fasilitas pelayanan masyarakat lainnya.
Tenda Darurat dan Dapur Umum Dibuka
Sebagai langkah tanggap darurat, Pemerintah Kabupaten Nagan Raya melalui BPBD telah mendirikan tenda-tenda pengungsian dan membuka dapur umum untuk masyarakat. Fasilitas tersebut disiapkan untuk menampung warga yang masih bertahan di daerah pengungsian karena rumah mereka rusak berat atau hancur.
“Tenda pengungsian ini bertujuan menampung masyarakat yang kehilangan tempat tinggal secara permanen,” kata Bupati Teuku Raja Keumangan.
Akses Terputus, Kawasan Terisolasi
Banjir bandang juga berdampak pada kerusakan rumah dinas camat serta pusat pemerintahan kecamatan. Kondisi semakin sulit karena jembatan penghubung Nagan Raya–Aceh Tengah terputus, sehingga membuat kawasan tersebut sempat terisolasi.
Hingga kini, tim pemerintah daerah masih melakukan pendataan lapangan untuk memverifikasi tingkat kerusakan dan memastikan apakah terdapat warga yang menjadi korban maupun dilaporkan hilang.
“Saat ini pemerintah daerah terus berupaya melakukan pendataan terhadap kerusakan masyarakat akibat banjir bandang, sekaligus memastikan ada tidaknya warga yang menjadi korban,” ujar Bupati.(*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: 250 Rumah Rusak Akibat Banjir Bandang di Nagan Raya Aceh, 2.500 Warga Mengungsi
| Pewarta | : Antara |
| Editor | : Imadudin Muhammad |