Anggota DPRD Jatim: Program Makan Bergizi Gratis Dorong Petani dan UMKM Naik Kelas
Wakil Ketua Komisi B DPRD Jatim, Chusni Mubarok menegaskan bahwasaanya MBG bukan hanya bagi makanan, namun percepatan dalam ekonomi desa. (FOTO: Bagus Satriawan/TIMES Indonesia)

Anggota DPRD Jatim: Program Makan Bergizi Gratis Dorong Petani dan UMKM Naik Kelas

Anggota DPRD Jatim Chusni Mubarok paparkan filosofi Program MBG yang membangun ekosistem bisnis baru. Bagaimana program ini serap hasil petani dan hidupkan pasar tradisional.

TIMES Jatim,Sabtu 6 Desember 2025, 18:44 WIB
23.2K
Z
Zisti Shinta Maharani

SURABAYAWakil Ketua Komisi B DPRD Provinsi Jawa TimurChusni Mubarok, menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto lebih dari sekadar pemenuhan gizi. Program ini dinilai sebagai upaya membangun ekosistem bisnis berkelanjutan dari hulu ke hilir, khususnya di daerah pedesaan.

Sebagai wakil rakyat dari lumbung pangan nasional, Chusni menyoroti peran strategis Jatim. “Jawa Timur ini lumbung pangan nasional nomor satu. Kalau ngomong ketahanan pangan Indonesia, paling utama kita ngomong tentang Jawa Timur,” ujarnya dalam podcast Ngopeni Rakyat TIMES Indonesia, Sabtu (6/12/2025).

Dukungan Nyata ke Petani

Ia menjelaskan bahwa program ini didukung oleh kemudahan penyaluran pupuk langsung ke petani, modernisasi alat pertanian (alsintan), serta kepastian harga melalui peran Bulog sebagai offtaker. 

“Presiden menginstruksikan Bulog sebagai offtaker. Artinya, petani memiliki kepastian terhadap produksi panennya,” jelas Chusni.

Menurutnya, MBG bersama Koperasi Desa Merah Putih telah menciptakan rantai pasok baru yang menguntungkan. Program ini menyerap hasil produksi petani dan peternak lokal, sehingga mendorong peningkatan kualitas dan naik kelasnya UMKM di sektor pangan. 

“Di sinilah kemudian MBG menyerap hasil produksi petani dan peternak. Lahirnya ekosistem bisnis, ada Koperasi Desa Merah Putih, ada Makan Bergizi Gratis,” paparnya.

Dampak positifnya juga terasa di pasar tradisional, yang kini mulai bergairah karena tingginya permintaan bahan baku dari pengelola dapur MBG.

Tantangan dan Harapan

Chusni mengakui adanya tantangan dalam menjaga kualitas dan higienitas di dapur MBG. Ia menegaskan pentingnya standarisasi mutu untuk mencegah masalah seperti keracunan makanan.

Di sisi lain, ia mengapresiasi kecepatan implementasi program yang telah menjangkau 44 juta penerima manfaat. Dengan terus mengawal kesempurnaan ekosistem ini, diharapkan MBG tidak hanya mewujudkan ketahanan pangan, tetapi juga menggerakkan ekonomi kerakyatan secara luas. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Zisti Shinta Maharani
|
Editor:Faizal R Arief

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Timur, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.