TIMES JATIM, PACITAN – Langkah baru olahraga Pacitan resmi dimulai. Usai ditetapkan sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia Kabupaten Pacitan (KONI Pacitan) periode 2025–2029, Baginda Rahadian Pratama langsung menegaskan arah kerja kepemimpinannya dengan memperkuat kolaborasi dan meningkatkan prestasi atlet.
Ia tak ingin berlama-lama dalam euforia kemenangan. Konsolidasi menjadi agenda pertama. Baginda menyatakan siap segera menjalin komunikasi intensif dengan seluruh pengurus cabang olahraga (cabor).
“Target utama kami adalah melanjutkan prestasi yang sudah dirintis sebelumnya, sekaligus membenahi hal-hal yang masih perlu diperkuat,” ujarnya usai Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) di Gedung Karya Darma, Rabu (13/12/2025).
Suasana Musorkab KONI di hadiri 35 pemilih. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)
Menurut Baginda, pembenahan harus menyentuh banyak sisi, mulai dari pola pembinaan atlet, tata kelola organisasi, hingga penguatan manajemen keolahragaan yang lebih profesional. Ia menegaskan, prestasi tidak akan lahir dari kerja sepihak.
“Semua harus bergerak bersama. Pengurus KONI, cabor, pelatih, atlet, pemerintah daerah, dan masyarakat harus satu visi,” tegasnya.
Komitmen kolaboratif inilah yang disebutnya akan menjadi fondasi kerja KONI Pacitan selama empat tahun ke depan.
Unggul Tipis, Dukungan Mayoritas Cabor
Dalam pemilihan yang berlangsung demokratis tersebut, Baginda meraih 20 suara dari total 35 suara sah cabor. Ia unggul tipis atas pesaingnya, Citra Yulia Margaretha, yang memperoleh 15 suara.
Musorkab 2025 sendiri berlangsung tertib dan terbuka. Seluruh tahapan, mulai dari pemaparan visi-misi hingga penghitungan suara, dilakukan secara transparan. Para peserta menilai proses pemilihan berjalan sesuai AD/ART organisasi dan menjunjung tinggi nilai sportivitas.
Pimpinan sidang, Wayan Diana, menegaskan bahwa seluruh prosedur telah dijalankan sesuai ketentuan. Dengan demikian, hasil Musorkab dinyatakan sah dan mengikat.
Harapan Baru Olahraga Pacitan
Terpilihnya Baginda membawa harapan baru bagi masa depan olahraga Pacitan. Dalam beberapa tahun terakhir, atlet-atlet Pacitan telah mencatatkan sejumlah prestasi di tingkat regional dan provinsi. Tantangannya kini adalah menjaga konsistensi sekaligus melahirkan bibit-bibit baru yang mampu bersaing di level yang lebih tinggi.
Baginda memastikan pembinaan usia dini akan menjadi salah satu fokus utama. Selain itu, ia juga menaruh perhatian pada peningkatan kualitas pelatih, penyediaan sarana-prasarana, serta penguatan sistem kompetisi lokal yang berkelanjutan.
“Kami ingin pembinaan tidak bersifat sesaat, tetapi terprogram dan berjenjang,” ujarnya.
Sinergi dengan Pemerintah Daerah
Sebagai anggota DPRD Pacitan, posisi Baginda dinilai strategis untuk memperkuat sinergi antara KONI dan pemerintah daerah. Dukungan anggaran, program pembinaan, hingga pengembangan sport science diharapkan bisa lebih optimal melalui komunikasi lintas sektor.
Ia menekankan bahwa kolaborasi dengan dunia pendidikan, sektor swasta, dan komunitas olahraga juga menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem olahraga yang sehat.
“KONI harus menjadi rumah besar bagi seluruh cabang olahraga, bukan sekadar lembaga administratif,” tandasnya.
Dalam waktu dekat, Baginda dijadwalkan menyusun kepengurusan baru periode 2025–2029. Pembentukan tim akan dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan kompetensi, integritas, dan rekam jejak di bidang olahraga.
Agenda awal kepemimpinannya meliputi konsolidasi internal, pemetaan potensi cabor, serta evaluasi menyeluruh terhadap program pembinaan periode sebelumnya.
Kini, harapan besar berada di pundak Baginda Rahadian Pratama. Empat tahun ke depan akan menjadi panggung pembuktian apakah semangat kolaborasi yang ia gaungkan benar-benar mampu mengangkat prestasi olahraga Pacitan ke level yang lebih tinggi. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Terpilih Ketua KONI Pacitan, Baginda Rahadian Pratama Fokus Perkuat Kolaborasi dan Dongkrak Prestasi
| Pewarta | : Yusuf Arifai |
| Editor | : Deasy Mayasari |