Quraish Shihab saat bersama Gus Baha di Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta. (FOTO: Dokumen Daffa Syarifuddin Masnun)

Cendikiawan muslim Quraish Shihab menyebut bahwa K.H. Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha adalah pewaris keilmuan dari ulama besar Syekh Nawawi al-Bantani. ... ... ...

TIMES Jatim,Selasa 5 Desember 2023, 10:37 WIB
49.4K
M
Moh Ramli

JAKARTACendikiawan muslim Quraish Shihab menyebut bahwa K.H. Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha adalah pewaris keilmuan dari ulama besar Syekh Nawawi al-Bantani.

Hal itu disampaikan oleh penulis Tafsir Al-Mishbah tersebut saat menjadi pembicara di acara di Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta pada Senin (4/12/2023).

Dalam acara tersebut, Quraish Shihab dan Gus Baha sama-sama menjadi pembicara di kampus UII dengan tema: Meneladani Khazanah Tafsir Al-Qur'an di Indonesia.

"(Syekh Nawawi al-Bantani) orang dari mana? Orang dari Serang (Banten). Ini pewarisnya," kata Quraish Shihab, sembari menunjuk Gus Baha yang duduk di sebelahnya tersebut, dikutip TIMES Indonesia dari YouTube UII, Selasa (5/12/2023).

Ucapan Quraish Shihab tersebut pun mendapatkan tepuk tangan meriah dari para tamu yang hadir. "Saya selalu bilang, ini (Gus Baha) perlu didorong ini," katanya lagi.

Quraish Shihab juga mengaku, bahwa dirinya adalah salah satu orang yang kagum dengan karya tafsir Syekh Nawawi yang berjudul Mirahu Labid.

"Kenapa Syekh Nawawi mendapatkan tempat yang begitu besar. Kalau kita baca tafsirnya, saya itu terkagum-kagum baca nama tafsirnya dan moqadimah-nya. Rahasianya ada di sana. Nama tafsirnya Mirahu Labid. Mirahu itu artinya tempat istirahat. Labid itu orang yang menetap," ujar mantan Menteri Agama itu.

Diketahui, Gus Baha merupakan ulama yang berasal dari Rembang. Murid dari Kiai Maimun Zubair itu dikenal sebagai salah satu ulama Indonesia ahli tafsir yang memiliki pengetahuan mendalam tentang Al-Qur'an. 

Gus Baha adalah putra dari seorang ulama pakar Al-Qur'an dan juga pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an LP3IA, Kiai Nursalim al-Hafizh. Kiai Nursalim merupakan murid dari dari Kiai Arwani Kudus dan Kiai Abdullah Salam dari Pati.

Sementara itu, Syekh Nawawi al-Bantani adalah ulama yang lahir di Serang sekitar tahun 1230 H, lalu wafat di Mekkah sekitar 1314 H. Ia ulama besar yang berasal dari Bumi Katulistiwa bertaraf internasional. Atas kemasyhurannya itu, ia pernah menjadi Imam Masjidil Haram di Saudi Arabia.

Syekh Nawawi al-Bantani bergelar al-Bantani karena berasal dari Banten. Dikenal sebagai ulama dan intelektual yang sangat produktif menulis kitab saat hidupnya. Jumlah karyanya tercatat 115 kitab. Meliputi bidang ilmu fiqih, tauhid, tasawuf, tafsir hingga hadist. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Moh Ramli
|
Editor:Imadudin Muhammad

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Timur, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.